Terkini.id, Makassar - Pasokan listrik di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga kini belum stabil atau masih berkurang dari beban puncak penggunaan listrik.
Hal itu terungkap pada rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Provinsi Sulsel dengan menghadirkan pihak PLN Sulselbar dan pihak dari Pemprov Sulsel, Kamis 30 November 2023.
GM PLN Sulselbar, Moch Andy Adchaminoerdin mengatakan, sebelum terjadi El Nino atau kemarau panjang, produksi listrik mencapai 2300 Megawatt (MW), sedangkan beban puncak mencapai 1800 MW atau surplus 500 MW.
Dengan terjadinya kemarau panjang, mengakibatkan produksi listrik dari sejumlah pembangkit listrik mengalami penurunan produksi secara drastis.
Saat ini PLN hanya bisa memproduksi 250 MW dari beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) menghasilkan 40 MW.
Namun PLTB Jeneponto dan Sidrap mengalami masalah, dimana PLTB tidak dilengkapi dengan baterai (tempat penyimpanan listrik) sehingga ketika tidak ada angin tidak menghasilkan listrik.
"PLTB kalau ada angin bisa memproduksi, kalau tidak ada angin tidak bisa apa-apa," ungkapnya dalam forum rapat dengar pendapat Komisi D.
Akibat berkurangnya pasokan listrik, PLN Sulselbar melakukan pemadaman secara bergilir selama 3 sampai 4 jam. Meskipun saat ini sudah turun hujan, namun sejumlah PLTA belum bisa beroperasi secara maksimal, karena debit air yang dibutuhkan masih kurang.
"Satu-satunya yang bisa diandalkan yaitu, PLTA Poso yang sebelumnya bisa menghasilkan 515 MW, namun saat ini hanya bisa memasok 200 MW. Kenapa tidak dimaksimalkan karena bisa semakin parah dan bisa terjadi blackout," ungkapnya.
"Itulah mengapa kita lakukan pemadaman bergilir pada siang hari. Tapi kami memastikan tidak ada lagi pemadaman pada malam," ujarnya.
PLN Sulselbar akan berupaya untuk menormalisasi pembangkit listrik dengan melakukan pengadaan pembangkit listrik diesel menggunakan BBM.
"Itu cuma dalam waktu singkat saja, begitu hujan terus dan debit air banyak, Insyaallah akan normal kembali," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi mengungkapkan, dirinya kerap mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait pemadaman bergilir, terutama pelaku UMKM.
"Saya juga mengalami pemadaman ini, bahkan sejumlah barang elektronik saya rusak. Jadi kita harap PLN segera mengatasi persoalan ini," ujarnya.










