Pemadaman Listrik di Makassar dan Gowa, PLN Sebut PLTU Sedang Pemeliharaan

Pemadaman Listrik di Makassar dan Gowa, PLN Sebut PLTU Sedang Pemeliharaan

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Pemadaman listrik secara bergilir sempat terjadi di Kota Makassar dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Gowa. Pemadaman terjadi sekitar 2 jam, pada Jumat 22 Desember 2023 kemarin.

PT PLN (Persero) menyampaikan, salah satu alasan pemadaman karena pemeliharaan salah satu pembangkit tenaga uap atau PLTU.

"PLN terus berupaya mengamankan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dalam momentum Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Berkat upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di aliran sungai PLTA, saat ini kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berangsur normal dan berdampak positif bagi pasokan listrik," tulis Ahmad Amirul Syarif, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselbar, melalui keterangan tertulis.

Di sisi lain, terang Ahmad Amirul Syarif, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimaksimalkan produksinya secara terus menerus juga perlu menjalani maintenance atau pemeliharaan sehingga manajemen beban harus dilakukan.

Demi memperkuat sistem kelistrikan Sulbagsel, PLN menyampaikan bahwa akan ada tambahan pembangkit sebesar 100 Mega Watt (MW) yang ditargetkan beroperasi pada akhir Desember 2023.

PLN juga sedang lakukan percepatan penambahan pembangkit Inter Temporary Capacity di Punagaya sebesar 200 MW yang ditargetkan masuk sistem pada akhir Maret 2024.

Diketahui interkoneksi sistem kelistrikan Sulbagsel yang terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan sehingga bisa saling menopang.

Di sisi lain, PLN telah menyalurkan kompensasi secara bertahap kepada kurang lebih 2,1 juta pelanggan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat daratan yang terdampak manajemen beban sesuai dengan Permen ESDM Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya.

PLN menyampaikan permohonan maaf terkait manajemen beban yang dilakukan dan berharap masyarakat bersedia bahu membahu dengan menurunkan penggunaan pemakaian listrik sehari-hari sambil menunggu pemulihan sistem kelistrikan.