PLN Sukses Memperkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Sulsel, Menuju Net Zero Emisi

PLN Sukses Memperkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Sulsel, Menuju Net Zero Emisi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"PLN kan bangun stasiun pengisian (listrik). Termasuk di Kantor Pemkot ada stasiunnya," jelas Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto saat menjelaskan alasannya menggenjot penggunaan kendaraan listrik. Danny pun berharap PLN bisa terus menambah stasiun pengisian, apalagi Pemkot akan meluncurkan dua merek kendaraan listrik yakni Co’mo dan Tettere’ yang didesain oleh Danny.

Hingga akhir 2023, PLN memang menargetkan membangun sebelas SPKLU atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

Kampanyekan Kendaraan Listrik

Selain membangun stasiun-stasiun pengisian bahan bakar listrik, PLN juga mengampanyekan murahnya pemakaian kendaraan.

Dampaknya, hingga saat ini, PLN mencatat secara total sudah ada 3.333 pelanggan electrifying agriculture dengan daya total 186.923 kilovolt ampere (KVa) di wilayah PLN UID Sulselrabar.

Musim libur Natal pada Desember bulan ini dimanfaatkan dengan baik PLN UID Sulselrabar untuk kampanye kendaraan listrik.

Pimpinan PLN melakukan touring dari Makassar ke Toraja menggunakan kendaraan listrik.

Menariknya, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin turut serta menjajal mobil listrik menuju daerah wisata tersebut, pada 23 Desember 2023 lalu.

Sesampai di Toraja, Andy merinci pengalamannya bisa menghemat banyak cuan lantaran menggunakan mobil listrik saat touring.

Dengan jarak tempuh 750 km ternyata hanya membutuhkan 90 kiloWatt hour (kWh).

Andy menambahkan, dengan asumsi tarif listrik Rp 2.466 per kWh apabila melakukan pengisian daya di SPKLU, maka hanya diperlukan sekitar Rp 221.940,-.