PLN Sukses Memperkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Sulsel, Menuju Net Zero Emisi

PLN Sukses Memperkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Sulsel, Menuju Net Zero Emisi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Tapi listrik yang mendukung hilirisasi industri itu harus bersumber dari energi hijau. Untuk upaya ini, Sulawesi Selatan telah bisa dibilang terdepan.

PLN mencatat, bauran energi baru terbarukan atau EBT di daerah ini mencapai 45,8 persen. Jauh lebih tinggi dari target nasional 23 persen.

Itupun targetnya untuk tahun 2025. Siapa yang tidak tahu, jika dua Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) terbesar di Asia Tenggara ada di Sulsel. Sebagian juga disuplai oleh pembangkit listrik tenaga air.

'PR' lain yang sedang dikerjakan adalah transisi kendaraan listrik. Kendaraan-kendaraan berbahan bakar BBM yang berseliwean di jalan-jalan harus segera diganti dengan kendaraan listrik, yang mendukung pengurangan emisi karbon.

Menurut hitung-hitungan PLN, 1 liter BBM bisa menghasilkan 2,4 kilogram CO2e alias gas rumah kaca, sedangkan 1,2 kWh listrik, yang kekuatannya setara 1 liter BBM, cuma menghasilkan 1 kg CO2e. Artinya, mengganti BBM dengan listrik bisa mengurangi emisi sampai 56 persen.

Di Kota Makassar, gerakan untuk menggunakan kendaraan listrik meningkat signifikan, salah satunya atas dukungan PLN.

Mulai Januari 2024 tahun ini, Pemkot Makassar melalui Dinas Perhubungan, misalnya, mulai mengoperasikan tiga kendaraan bus listrik untuk anak sekolah.

Pada Oktober lalu, Pemkot Makassar juga telah meluncurkan 47 mobil mini ambulans 'Dottoro'ta' yang bertenaga listrik.

Mobil berbasis listrik ini melayani warga yang didesain untuk bisa masuk ke lorong-lorong pemukiman masyarakat. Tidak hanya itu, puluhan unit juga disiapkan untuk kantor-kantor dan dinas.

Salah satu alasan gencarnya pengadaan kendaraan listrik itu adalah hadisrnya stasiun-stasiun pengisian bahan bakar listrik yang disediakan oleh PLN.