Pihak Keluarga Bantah Muhammad Said Lakukan Pelecehan Seksual di Mekkah: Dipaksa Sama Polisi

Pihak Keluarga Bantah Muhammad Said Lakukan Pelecehan Seksual di Mekkah: Dipaksa Sama Polisi

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

“Kami disuruh buat hubungi kakanya yg juga di Mekkah kalau Muhammad Said dibawa sama polisi Arab katanya, namanya Kak Mini, nah kak Mini ini posisinya juga disekitaran Ka'bah tapi sementara sholat, dihubungilah kak Mini ini oleh Muhammad Said kalau dia ditangkap polisi dengan tuduhan PELECEHAN,” sambungnya.

Lalu pihak kepolisian menerangkan kalau Muhammad Said dianggap telah memegang payudara wanita jemaah umroh berkewarganegaraan Lebanon.

Pihak keluarga menerangkan bahwa selama pemeriksaan mengenai kasus pelecehan seksual tersebut, pihak kepolisian terus melakukan penyiksaan dan memaksa Muhammad Said mengakui perbuatan yang tidak pernah ia lakukan.

“Kata polisinya ada Wanita Jemaah asal Lebanon yg melapor Muhammad Said memegang Payudara si wanita Lebanon ini pada saat di depan Ka'bah, Muhammad said dimintai keterangan pada saat dikantor polisi tidak berkutik sedikitpun karna beliau tidak paham bahasa Arab sampai dipukul,” paparnya.

Ketika waktunya tiba untuk pulang ke Indonesia, pihak travel mendapatkan informasi dari kepolisian kalau Muhammad Said dilarang meninggalkan wilayah Arab Saudi sampai pengadilan berlangsung.

“Karna kami pikir mungkin kesalahpahaman disana butuh waktu menyelesaikan, tibalah waktu travel yg bawa Muhammad said dan rombongan ini harus pulang ke Indonesia dan Muhammad Said belum bisa pulang karna kabarnya harus tetap disana sampai selesai pengadilan,” ucapnya.

Kemudian pihak keluarga mulai merasa curiga atas tuduhan ini sebab selama pengadilan berlangsung, sang korban pelecehan seksual tidak pernah menunjukkan batang hidungnya.

“Nah disinilah keganjalannya, dia divonis hukuman 2 tahun penjara dengan kasus pelecehan, tanpa adanya bukti, saksinya pun cuma 2 polisi yg tangkap Muhammad said di TKP, dan pada saat pengadilan wanita Lebanon atau yg disebut korban ini tidak pernah hadir pada saat pengadilan!” paparnya.

Disisi lain, pihak keluarga menerima surat dari Kepala dan Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Sulawesi Selatan yang isinya menyatakan kalau Muhammad Said mengakui perbuatannya.

Padahal hingga saat ini bukti dan korban pelecehan seksual yang disangkakan kepada Muhammad Said tidak pernah diperlihatkan oleh aparat penegak hukum Arab Saudi.