Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya

Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Srikandi Balira juga menyoroti tantangan globalisasi yang dinilai berpotensi mengikis identitas budaya, terutama di kalangan generasi muda.

Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya
Halal Bihalal Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa di New Saung Rindu Alam Tanjung Bunga, Jumat 10 April 2026 malam/ EPL

“Budaya asing kini masuk tanpa filter melalui gawai di tangan anak-anak kita. Jika kita lengah, kita bisa kehilangan jati diri sebagai bangsa,” ungkapnya.

Karena itu, perempuan dinilai sebagai benteng terakhir dalam menjaga nilai kesantunan, gotong royong, dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Tiga Harapan ke Depan

Ketua Umum Srikandi Balira juga menyampaikan tiga fokus utama ke depan:

* Pemberdayaan perempuan dalam aspek ekonomi dan intelektual

* Penguatan literasi budaya bagi generasi muda

Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya
Halal Bihalal Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa di New Saung Rindu Alam Tanjung Bunga, Jumat 10 April 2026 malam/ EPL

* Peran sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial

Ajakan Memulai Lembaran Baru

Menutup kegiatan, Andi Hikmah mengajak seluruh pengurus, tamu undangan menjadikan Halal Bihalal sebagai titik awal memperkuat persatuan.

“Kebudayaan adalah akar, dan kita adalah air yang menyiraminya. Jika akar itu hilang, maka hilang pula jati diri bangsa,” pungkasnya.

Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya
Halal Bihalal Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa di New Saung Rindu Alam Tanjung Bunga, Jumat 10 April 2026 malam/ EPL

Sedangkan Walikota Makassar yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol Makassarmenegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal.