Srikandi Balira juga menyoroti tantangan globalisasi yang dinilai berpotensi mengikis identitas budaya, terutama di kalangan generasi muda.

“Budaya asing kini masuk tanpa filter melalui gawai di tangan anak-anak kita. Jika kita lengah, kita bisa kehilangan jati diri sebagai bangsa,” ungkapnya.
Karena itu, perempuan dinilai sebagai benteng terakhir dalam menjaga nilai kesantunan, gotong royong, dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.
Tiga Harapan ke Depan
Ketua Umum Srikandi Balira juga menyampaikan tiga fokus utama ke depan:
* Pemberdayaan perempuan dalam aspek ekonomi dan intelektual
* Penguatan literasi budaya bagi generasi muda

* Peran sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial
Ajakan Memulai Lembaran Baru
Menutup kegiatan, Andi Hikmah mengajak seluruh pengurus, tamu undangan menjadikan Halal Bihalal sebagai titik awal memperkuat persatuan.
“Kebudayaan adalah akar, dan kita adalah air yang menyiraminya. Jika akar itu hilang, maka hilang pula jati diri bangsa,” pungkasnya.

Sedangkan Walikota Makassar yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol Makassarmenegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal.










