Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya

Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — Ketua Umum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa YM Andi Hikmawati Andi Kumala Idjo, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai benteng utama dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Hal itu disampaikan dalam momentum Halal Bihalal yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan di New Saung Rindu Alam Tanjung Bunga, Jumat 10 April 2026 malam.

Dalam sambutannya, Andi Hikmawati menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar ajang silaturahmi seremonial, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat komitmen dalam merawat nilai-nilai budaya.

“Halal Bihalal ini adalah momentum untuk membersihkan hati melalui silaturahmi, melebur ego, dan saling memaafkan agar langkah ke depan menjadi lebih ringan,” ujar Permaisuri Raja Gowa ke-38 ini.

Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya
Halal bihalal Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa

Ia menambahkan, perjalanan organisasi selama empat tahun tidak terlepas dari dinamika dan perbedaan pendapat. Namun, hal tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan organisasi.

Menurutnya, silaturahmi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan organisasi.

“Silaturahmi adalah kunci pembuka rezeki dan keberkahan umur. Dalam organisasi, ia menjadi bahan bakar yang menjaga semangat perjuangan tetap menyala,” tambahnya.

Filosofi Srikandi dan Makna Budaya

Andi Hukmawati menjelaskan, nama Srikandi tidak hanya merujuk pada tokoh pewayangan, tetapi menjadi simbol keberanian, ketegasan, dan peran aktif perempuan dalam menjaga kedaulatan.

Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya
Halal Bihalal Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa di New Saung Rindu Alam Tanjung Bunga, Jumat 10 April 2026 malam/ EPL

Sementara “Balira” mencerminkan kekayaan tradisi lokal, khususnya warisan tenun yang memiliki nilai historis dan filosofis mendalam.

“Di pundak perempuanlah nasib kebudayaan diletakkan. Jika perempuan kuat, maka budaya akan tetap hidup,” tegasnya.

Ancaman Globalisasi