Terkini.id, Jakarta - Menjalankan bisnis, tentunya membutuhkan niat terlebih dahulu, di samping dana untuk modal, namun, niat dan semangat saja tidak cukup, terkadang dibutuhkan adanya pengalaman dan pemahaman tentang bidang bisnis.
Pengalaman ini berperan penting untuk menambah pengetahuan dan kemampuan dalam berwirausaha. Sebab, pengalaman memberikan pengetahuan awal sebelum melakukan tindakan dalam memaksimalkan. Kemudian lemampuan memprediksi hasil yang diperoleh atas aktivitas dalam usahanya.
Hal tersebut disadari betul oleh Rafif Adhikara. Pemuda yang akrab disapa Dhika tersebut paham bahwa menjadi seorang pebisnis memang impian banyak orang di dunia. Terutama ketika mampu mendirikan bisnis di bidang yang sesuai dengan keahlian.
Namun, sebelum menjadi pemilik usaha diperlukan pengalaman yang cukup. Berbekal dengan pengalamannya itu pula, alumni mahasiswa Universitas Indonesia tersebut memutuskan untuk merintis bisnis di bidang teknologi.
Pengalamannya sebagai mahasiswa jurusan Teknik Industri ternyata memberinya banyak manfaat. Dirinya berhasil mengembangkan bisnis Photomatics, yakni mesin pengambil gambar otomatis, yang diciptakannya sejak Februari 2017 lalu.
“Dulu namanya belum Photomatics, mulai dengan alat seadanya, karena lihat di setiap acara ulang tahun teman SMA ada produk seperti itu," kata Dhika.
Dhika mengaku bahwa dirinya banyak mengembangkan kemampuan melalui program magang dan tenaga sukarelawan. Saat merintis usahanya itu, dirinya menggunakan alat sederhana.
Namun, ternyata permintaan pasar cukup positif. Hal ini tentu menjadi sebuah lampu hijau dan pembuka dalam bisnis ‘alat penangkap gambar otomatis miliknya’.
“Berani menemukan ide untuk bisnis sendiri adalah suatu tantangan dalam hidup. Awalnya iseng - iseng, tidak menyangka juga bisa sampai ke titik ini sudah ada 70+ cabang di puluhan kota di Indonesia," kata Dhika.
Saat ini, ia berhasil mendapatkan dukungan berupa kolaborasi dengan kolektif nasional, taman hiburan terbesar, perusahaan retail besar, bisnis food and beverage ternama di seluruh Indonesia.
Di balik kerja kerasnya membangun bisnis, keinginannya pun cukup sederhana. Dirinya ingin memiliki bisnis yang juga dapat bermanfaat untuk banyak orang.
“Sebagai lulusan perguruan tinggi, saya tidak hanya ingin menggerakkan bisnis, namun juga membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang,” ujarnya.










