Perlu Diluruskan, Pernyataan Kepala BNPT: Pondok Terafiliasi Terorisme

Perlu Diluruskan, Pernyataan Kepala BNPT: Pondok Terafiliasi Terorisme

Alhini Zahratana

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Menanggapi klaim Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar tentang adanya ratusan pondok di Indonesia yang terafiliasi teroris, Juru Bicara Pondok Modern Darussalam Gontor, Ustaz Adib Fuadi Nuriz, menilai pernyataan tersebut perlu diluruskan.

"Kami juga himpun sejumlah pondok pesantren yang diduga terafiliasi. Ini dalam upaya pencegahan di lapangan," ucap Boy Rafli Amar saat rapat dengan Komisi III DPR, Jakarta pada Selasa, 25 Januari 2022.

Boy memaparkan juga dalam rapat tersebut bahwa terdapat 11 pondok pesantren terafiliasi dengan Jamaah Anshoru Khilafah, 68 pondok pesantren terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah dan 119 pondok pesantren terafiliasi dengan Jamaah Anshorut Daulah yang merupakan simpatisan kelompok teroris ISIS yang dianggap berbahaya bagi negara.

Menurut Ustadz Adib, dalam catatan sejarah Indonesia, pesantren beserta tokoh-tokoh di dalamnya memiliki kontribusi besar dalam membangun semangat kebangsaan termasuk memperjuangkan kemerdekaan.

"Pesantren juga mempunyai pengaruh besar terhadap pembangunan sosial, agama, budaya, dan terus memperkuat pertahanan dan menjadi bagian dari garda terdepan pertahanan bangsa dan negara,"ujarnya dikutip dari laman Republika.co.id pada Rabu, 26 Januari 2022.

Bagi Ustadz Adib, negara juga turut andil dalam memperhatikan dunia pesantren di Indonesia. Hal ini sesuai dengan UU pesantren No 18 tahun 2019 dan Perpres Nomor 82 Tahun 2021 sehingga kemudian terbangun relasi yang amat kuat antara negara dan masyarakat pesantren.

"Pernyataan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar tentang adanya temuan pondok pesantren yang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris di berbagai wilayah ini perlu diluruskan karena telah menyinggung dan menciptakan stigma negatif bagi pondok-pondok pesantren seluruh Indonesia," ungkapnya.

Ia meyakini bahwa pondok pesantren yang terdata di Kementerian Agama tidak ada indikasi terorisme dan radikalisme. Sebab baginya, pesantren merupakan wadah yang terus mendidik dan mengajarkan seluruh santri untuk taat beragama salah satunya dengan hubbul wathon atau cinta negara.

"Jika BNPT mempunyai data lembaga pendidikan terkait jaringan terorisme, maka sebaiknya langsung melakukan tindakan pencegahan, edukasi, dan pendekatan-pendekatan strategis terkait pencegahan dan penanggulangan terorisme, radikalisme intoleransi, baik secara kultural maupun struktural. Ini jauh lebih baik dan lebih strategis daripada hanya pernyataan semata," ujar Ustadz Adib lagi memberi saran kepada pihak BNPT.

Menurut dia, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren terbilang sangat baik lantaran terbukti berhasil mendidik, membangun, mengembangkan, meningkatkan serta mengajarkan pesan damai, toleransi dan persatuan di masyarakat. Oleh karena itu, pesantren justru perlu diberi semangat dan dukungan agar terus maju.