Terkini.id Moskow - Rusia rupanya tidak gentar untuk meluncurkan senjata Nuklir, meskipun Dewan Keamanan PBB telah memberi resolusi agar negara-negara di Eropa dan Amerika memberi sanksi untuk negeri tersebut.
Presiden Vladimir Putin tetap memerintahkan kepala pertahanan Rusia untuk menempatkan senjata nuklir dalam mode 'layanan tempur khusus'. Menurut Arms Control Association, Moskow diketahui punya senjata nuklir terbanyak di dunia yakni 6.257 unit.
Dalih Putin mengeluarkan perintah tersebut adalah karena sikap negara-negara Barat yang tak bersahabat kepada Rusia. Argumen tersebut mengacu pada rentetan sanksi dari negara-negara Barat, yang menurut Putin, tidak sah.
Rentetan sanksi ekonomi dijatuhkan terhadap Rusia setelah nekat menginvasi Ukraina sejak Kamis pekan lalu.
Moskow sebelumnya menolak narasi invasi dan menegaskan apa yang dilakukannya adalah operasi militer khusus untuk membela Donetsk dan Luhansk, dua wilayah di Ukraina timur yang telah diakui sebagai negara merdeka oleh Putin.
Di antara banyak senjata nuklir yang dimiliki Rusia, salah satunya adalah rudal balistik antarbenua atau ICBM memiliki kemampuan untuk melesat dengan hulu ledak nuklir sejauh ribuan mil.
Berapa banyak senjata nuklir Rusia bila dibandingkan dengan negara lain di dunia? Berikut data dari Arms Control Association, yang dilansir The Mirror, Senin (28/2/2022).
Rusia: 6.257 unit
Amerika Serikat: 5.550 unit
Inggris: 225 unit
Prancis: 290 unit
China: 350 unit
Israel: 90 unit
Pakistan: 165 unit
India: 156 unit
Korea Utara: 40 unit
Ukraina pernah menjadi kekuatan nuklir nomor tiga di dunia karena mewarisi sekitar 5.000 hulu ledak nuklir Uni Soviet. Namun, setelah Soviet runtuh, Kiev menyerahkan ribuan senjata nuklirnya itu melalui kesepakatan yang dipelopori Rusia, Amerika Serikat dan Inggris lebih dari 30 tahun silam.
FIFA Larang Pertandingan di Rusia
Selain negara-negara Eropa dan Amerika tersebut, Badan Sepakbola Dunia FIFA melancarkan sejumlah sanksi untuk tim nasional Rusia, tetapi tidak menyebutkan adanya larangan pertandingan.
Sanksi tersebut diterapkan berkaitan dengan invasi militer Rusia di Ukraina.
Dalam pengumumannya Minggu 27 Februari 2022 malam atau Senin dini hari WIB, FIFA menyebutkan larangan untuk menggelar pertandingan internasional di dalam wilayah Rusia.
Jika bertanding, negara itu harus mengatasnamakan badan sepakbola Rusia atau Football Union of Russia (RFU), dan tidak boleh mengibarkan bendera Rusia dan menyanyikan lagu kebangsaan Rusia.
Jika Rusia bertindak sebagai tuan rumah maka pertandingan akan digelar di tempat yang netral dan tanpa penonton.
Ketentuan-ketentuan ini berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Namun, sejumlah negara di Eropa sudah secara resmi mengumumkan mereka akan menolak bertanding dengan Rusia.
Salah satunya Polandia, yang bereaksi marah dengan ketentuan FIFA tersebut.
Polandia mengatakan mereka tidak akan bersedia bertanding melawan Rusia "tidak peduli apa pun nama tim yang mereka gunakan”.
Minggu malam waktu Eropa, Football Association Inggris juga menegaskan tidak akan bersedia bertanding melawan Rusia sampai batas waktu yang belum ditentukan.










