Terkini.id, Jakarta - Presiden Vladimir Putin mengungkapkan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah pada upaya Barat untuk menggunakan Ukraina sebagai alat menghancurkan Rusia.
Dalam pesan video Tahun Baru yang disiarkan di TV pemerintah Rusia, pada Sabtu, 31 Desember 2022, Putin mengatakan Rusia berjuang di Ukraina untuk melindungi tanah airnya dan untuk mengamankan kemerdekaan sejati bagi rakyatnya.
"Rusia berjuang di Ukraina untuk melindungi tanah airnya dan akan mengamankan kemerdekaan sejati bagi rakyatnya," ungkap Putin dalam sebuah pidato.
Dalam pesan sembilan menit yang merupakan pidato Tahun Baru terpanjang dari dua dekade pemerintahannya, Putin menuduh Barat berbohong kepada Rusia. Barat juga memprovokasi Moskow untuk meluncurkan apa yang disebut Putin sebagai operasi militer khusus di Ukraina.
"Selama bertahun-tahun, elit Barat dengan munafik meyakinkan kami tentang niat damai mereka," katanya dalam pidato yang difilmkan di depan personel militer Rusia di markas distrik militer selatan Rusia. "Faktanya, dengan segala cara mereka mendorong neo-Nazi yang melakukan terorisme terbuka terhadap warga sipil di Donbas," dilansir dari tempo.co, Minggu 1 Januari 2023.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah bersumpah akan meraih kemenangan di Ukraina. Shoigu memuji kepahlawanan tentara Rusia yang bertempur di garis depan dan mereka yang tewas selama perang 10 bulan.
"Barat berbohong tentang perdamaian," kata Putin.
Menurut Putin, barat sedang mempersiapkan agresi dan sekarang mereka secara sinis menggunakan Ukraina dan rakyatnya untuk melemahkan dan memecah belah Rusia.
“Itu sedang mempersiapkan agresi dan sekarang mereka secara sinis menggunakan Ukraina dan rakyatnya, untuk melemahkan dan memecah belah Rusia,” ujar Putin.
Kami tidak pernah mengizinkan ini, dan tidak akan pernah mengizinkan siapa pun melakukan ini kepada kami," kata Putin yang dikutip oleh kantor berita pemerintah Rusia. Video pidato Tahun Baru 2023 itu disiarkan pada tengah malam di timur jauh Rusia.
Kyiv dan Barat menolak klaim Moskow atas konflik yang dimulainya itu. Barat mengatakan Putin meluncurkan perang agresi tak berdasar dalam upaya untuk merebut wilayah dan menggulingkan Presiden Ukraina VolodymyrZelensky.










