"Caranya, selain memperbanyak konsumsi produk dalam negeri juga menumbuhkan UMKM sehingga perekonomian tiap daerah bisa terkerek tumbuh. Artinya penguatan UMKM dapat menguatkan perekonomian di Sulsel 2023 mendatang," tuturnya.
Dalam kegiatan yang sama, juga dilakukan pelepasan ekspor produk olahan ke beberapa negara tujuan, diantaranya, Malaysia, Hongkong, China, Arab Saudi, dan Jepang, dan Australia.
Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Darwisman mengatakan dari sektor perkreditan perbankan, share kredit Sulsel menyentuh Rp135 Triliun. Sementara Kredit UMKM Sulsel, tercatat sebesar Rp53,84 triliun atau sebesar 39,99 persen.
"Secara year of years dari periode sebelumnya tumbuh sebesar 19,81 persen," kata dia.
Darwisman menyebut, masih banyak pelaku UMKM yang belum menyentuh layanan kredit perbankan. Hal ini terlihat dari data terakhir yang pihaknya himpun.
"Secara keseluruhan jumlah UMKM yang terdaftar sebanyak 2,1 juta. Sementara rekening kredit yang terdaftar hanya sekitar 924 ribu, artinya ada 1,2 juta yang tidak tersentuh," lanjutnya kembali.
Dari sektor ekspor sendiri, Darwisman membeberkan saat ini penyaluran kredit ekspor berdasar sektor ekonomi didominasi oleh perdagangan besar dan eceran sebesar 64,10 persen.
Lalu diikuti, industri pengolahan sebesar 21,33 persen, dan yang terendah ialah pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar 6,28 persen.










