Terkini.id - Penelitian di Israel yang dilakukan langsung oleh organisasi pemeliharaan kesehatan Clalit Israel, dan peneliti Universitas Harvard menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech efektif melawan infeksi varian delta.
Penelitian ini melibatkan 94.354 remaja penerima vaksin. Vaksin Covid-19 besutan Pfizer dan BioNTech efektif dalam melawan infeksi Varian Delta, pada remaja berusia 12 hingga 18 tahun.
Mengutip CNBC Indonesia, studi menemukan efektivitas vaksin terhadap infeksi Covid-19 hingga 90 persen.
"Studi tersebut menemukan perkiraan efektivitas vaksin terhadap infeksi Covid-19 hingga 90 persen dan 93 persen terhadap gejala Covid-19, pada hari ketujuh hingga 21 setelah dosis kedua," ujar hasil studi yang diposting di Jurnal New England Journal of Medicine itu, dikutip Jumat, 22 Oktober 2021.
Clait mengatakan, penelitian itu adalah salah satu hasil terbesar yang dilakukan di antara kelompok usia tentang efektivitas vaksin terhadap varian Delta.
Ini menambah kesahihan efektivitas vaksin pfizer dalam rentang usia muda. Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, vaksin Pfizer-BioNTech 93 persen efektif dalam mencegah rawat inap di antara mereka yang berusia 12 hingga 18 tahun.
Saat ini, CDC bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) sedang mengevaluasi proposal pengajuan penggunaan vaksin Pfizer untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun. Hal ini untuk mengantisipasi musim liburan yang sebentar lagi tiba.
"Rencana tersebut akan memastikan penyediaan secara cepat, nyaman, dan merata untuk keluarga di seluruh negeri," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Bila aplikasi pengajuan izin disetujui, maka 28 juta anak di Negeri Paman Sam akan masuk dalam golongan layak sebagai penerima. Ini juga nantinya akan membuat AS sebagai negara pertama di dunia yang memberikan izin itu kepada anak-anak.










