Terkini.id, Jakarta - Seorang siswa SDN Gedangan di Mojowarno, Jombang Jawa Timur Muhammad Bayu Setiawan yang berumum 12 tahun dilaporkan meninggal dunia seusai menjalani vaksinasi Covid - 19 jenis Pfizer.
Bayu meninggal usai tak sampai 24 jam menjalani vaksin tersebut. Kendati demikian aparat setempat belum bisa memastikan penyebab kematian siswa kelas 6 SD itu disebabkan vaksin yang disuntikkan ke tubuhnya atau tidak.
Dikutip dari mediaindonesia.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Jawa Timur membentuk tim investigasi guna mencari penyebab pasti meninggalnya pelajar Sekolah Dasar (SD), MBS berusia 12 tahun setelah disuntik vaksin Covid - 19.
Tim ini melibatkan Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Kabupaten Jombang, Komda KIPI Provinsi Jawa Timur hingga Komisi Nasional KIPI Pusat.
Dilansir dari lama CNN Indonesia, Dalam proses investigasi, tim akan bekerja menelusuri rekam jejak kesehatan bocah tersebut sebelum disuntik vaksin Covid - 19 merek Pfizer untuk dosis pertama.
"Tim investigasi sedang menelusuri riwayat penyakitnya dan apa saja yang dilakukan setelah vaksinasi. Jika ada komorbid, petugas tentu akan cari datanya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Budi Nugroho saat diwawancarai, Kamis 30 Desember 2021.
Namun, Budi menyebut pihaknya tidak berwenang untuk menentukan benar atau tidaknya siswa tersebut meninggal karena divaksin. Menurut dia, Komda KIPI adalah pihak yang berhak menjelaskan detail kematian tersebut.
Kepala Kepolisisan Sektor Mojowarno, AKP Yogas mengatakan Bayu mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan sekolahnya di Puskesmas Mojowarno pada Senin 27 Desember 2021.
"SDN Gedangan hanya penyelenggara, yang melaksanakan petugas kesehatan dari Puskesmas Mojowarno," kata Yogas, Kamis 30 Desember 2021.
Sehari pasca vaksinasi dosis pertama, Bayu tiba - tiba mengalami demam dan muntah - muntah. Dilansir dari CNN Indonesia, ia dilarikan ke Puskesmas Mayangan, Jogoroto, Jombang Selasa 28 Desember 2021 dini hari atau tengah malam. Pagi harinya sekitar pukul 05.00 WIB petugas medis di puskesmas tersebut menyatakan bocah berusia 12 tahun itu meninggal dunia.
AKP Yogas menyebut orang tua Bayu sempat meminta pertanggungjawaban kepada pihak Puskesmas Mojowarno. Namun setelah diberi penjelasan bahwa vaksinasi yang dilakukan sudah sesuai prosedur, pihak keluarga Bayu akhirnya ikhlas menerima takdir yang menimpa putranya.
Pihak Puskesmas menyerahkan santunan sebagai tanda bela sungkawa kepada keluarga Bayu. Bupati Jombang Mundjidah Wahab bahkan datang melayat ke rumah keluarga almarhum. Kepolisian sendiri mengaku belum bisa menyimpulkan apakah kematian Bayu ini berkaitan dengan vaksinasi itu atau tidak.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang drg. Budi Nugroho menyatakan bahwa vaksinasi terhadap Bayu sudah dilakukan sesuai prosedur. Petugas kesehatan yang bertugas dan vaksinator juga telah memastikan bahwa Bayu dalam kondisi sehat dan layak untuk menjalani vaksinasi sesuai dengan pedoman skrining kesehatan yang berlaku.










