Terkini.id, Makassar - Pada 2023 ini, angka stunting di Kota Makassar ditargetkan turun menjadi dua persen dari sebelumnya 4,05 persen.
Hal itu disampaikan Kepala DPPKB Makassar Chaidir, Sabtu 21 Januari 2023. Menurutnya, Pemkot Makassar akan bekerja keras agar penurunan angka stunting dapat terwujud.
"Kalau secara persentase se-Sulawesi Selatan, prevalensi Kota Makassar itu paling rendah, dan tahun 2022 kita tutup angka stunting sebesar 4,05 persen," ujar Chaidir, dikutip dari Beritasatu.com.
Berbagai upaya dan kerja keras, kata Chaidir, aan dilakukan pada 2023, untuk memenuhi target 2024, yakni nol kasus stunting.
Ia pun menyebutkan pada 2021, angka stunting di daerah itu sebesar 5,23 persen, kemudian turun menjadi 4,05 persen di 2022.
"Alhamdulillah, sudah turun satu persen lebih. Kita usahakan di 2023 dengan berbagai macam strategi, paling tidak bisa ke angka 2,0 persen. Sehingga, di 2024 kita bisa maksimalkan target nihil stunting," tuturnya.
Pihaknya pun menjelaskan salah satu penyebab kasus stunting di Makassar adalah pola asuh anak yang tidak maksimal. Banyak orang tua yang mengabaikan pentingnya pola asuh. Anak sering kali disuguhi gadget (telepon seluler) agar bisa tenang.
Namun, lanjut Chaidir, dampak yang ditimbulkan adalah anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama gadget-nya dan itu berdampak pada tumbuh kembang mereka.
"Kita survei banyak kasus stunting dan ternyata itu di pola asuh yang salah. Banyak orang tua memberikan gadget ke anaknya dan itu berdampak pada tumbuh kembangnya," ungkapnya.










