Pada skenario moderat, harga emas diperkirakan berada di kisaran US$4.500 hingga US$4.800 per troy ounce dengan asumsi ketegangan geopolitik masih terkendali dan inflasi global mulai melandai secara bertahap.
Sementara dalam skenario optimistis, harga emas diprediksi dapat menyentuh US$5.200 hingga US$5.500 per troy ounce apabila terjadi eskalasi konflik global dan pemangkasan suku bunga agresif oleh The Fed.
Pratikno menegaskan, emas hingga kini masih menjadi instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai atau safe haven yang paling dipercaya masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, emas memiliki sejumlah keunggulan seperti nilai intrinsik yang stabil, sifat antiinflasi, korelasi negatif terhadap pasar keuangan, serta likuiditas global yang tinggi.
“Di tengah berbagai ketidakpastian global, Pegadaian hadir sebagai solusi dan sahabat finansial masyarakat melalui layanan investasi emas yang aman dan terpercaya. Kami akan terus melayani dengan sepenuh hati agar masyarakat merasa nyaman dan aman dalam merencanakan masa depan finansialnya,” tutup Pratikno.










