Terkini.id, Jakarta - Usulan Pengunduran Pilpres 2024 semakin emndapat tanggapan baik dari masyarakat maupun jajaran partai.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap sikap Ketum Megawati Soekarnoputri yang turut menolak wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut disebutnya sebagai bentuk ketaatan pada konstitusi.
"Jadi ada tidak ada survei, sikap dari Ibu Megawati Soekarnoputri PDIP itu tetap sama, bahwa berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan negara, PDIP itu kokoh dalam jalan konstitusi," kata Hasto dikutip dari laman Detik pada Kamis, 3 Maret 2022.
"Kenapa itu penting? Karena konstitusi lahir dari falsafah bangsa, di situ dimaktubkan seluruh hukum dasar dan hukum dasar ini memiliki roh, tidak hanya melihat teks ketika janji sumpah jabatan itu untuk memegang dan menjalankan UUD dan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, itu ada konteksnya. Suasana kebatinan yang harus dilihat, sehingga wajib semua taat pada konstitusi," lanjutnya.
Hasto juga membahas hasil survei LSI yang menunjukkan mayoritas responden menolak penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden.
Menurutnya, hasil survei tersebut menjadi bukti bahwa seluruh masyarakat berpegang teguh bahwa mekanisme pemilu dilakukan setiap 5 tahun sekali.
Survei LSI ini digelar dalam rentang waktu 25 Februari hingga 1 Maret 2022 dengan melibatkan 1.197 responden yang dipilih acak di 34 provinsi.
Adapun metodologi survei dilakukan dengan multistage random sampling dengan margin of error kurang-lebih 2,89 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Dalam survei, 1.197 masyarakat ditanya 3 jenis alasan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi atau penundaan pemilu. Pertama alasan pandemi, kedua pemulihan ekonomi, dan ketiga alasan keberlanjutan pembangunan IKN.
Penolakan PDIP ini dinilai ganjal oleh sejumlah warganet.
"PDIP bergaya nolak perpanjangan saat ini karena beresiko pemakzulan. Kita liat skenario saat injury time" tulis akun @PakRamlee.










