Terkini.id, Jakarta - Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana memberikan contoh anak muda yang diberi karpet merah.
Ia menyinggung soal anak muda yang sekonyong-konyong jadi Wali Kota saat bapaknya sedang berkuasa.
Adapun hal ini dikatakan Panca sebagai respons terhadap komentar Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany soal pernyataan Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam pernyataannya, AHY menyebut anak muda tak boleh dimanja, apalagi diberikan karpet merah.
Menanggapi AHY, Tsamara menyinggung bahwa sudah waktunya orang yang punya privilege mengakui kalau mereka punya privilege, dibanding mengelak dan bicara ada-ada.
"Normalize admitting your privilege," katanya melalui akun Twitter TsamaraDKI pada Selasa, 24 Agustus 2021.
Tsamara juga menekankan bahwa banyak anak muda yang bahkan tahu apa itu karpet merah yang dimaksudkan AHY.
Contohnya, anak muda yang sejak kecil harus sekolah sambil part-time untuk membantu orang tua bekerja.
Tsamara juga menyatakan, banyak anak muda sudah kerja keras tapi tetap kesulitan keluar dari kemiskinan turun temurun.
"Bias elite bahwa uang anak muda habis untuk beli kopi atau disediakan karpet merah itu harus segera dihentikan. Hidup anak muda tak seindah potret pop culture," lanjutnya.
Panca yang merupakan Deputi Badan Komunikasi Strategis pun menilai bahwa Tsamara tak mengerti pernyataan AHY dan asal membalas.
"Dek Tsamara asal ngegas aja. Maksud AHY itu yang dapat karpet merah yang ujug-ujug jadi walikota ketika bapaknya berkuasa," katanya melalui akun Twitter Panca66 pada Rabu, 25 Agustus 2021.
"Mending dek Tsam gasss yang itu jangan diam. Kalau dek Tsam diam ya sama juga bohong," tambahnya.









