Ngaku Cara Pandangnya Terpengaruh Gus Dur, Anwar MUI Sampai Lakukan Ini: Saya Ingin Dengar Jeritan Hati Rakyat

Ngaku Cara Pandangnya Terpengaruh Gus Dur, Anwar MUI Sampai Lakukan Ini: Saya Ingin Dengar Jeritan Hati Rakyat

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Belum lama ini, Wakil Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengungkap hal menarik soal cara pandangnya yang katanya terpengaruh oleh Gus Dur.

Bahkan, lantaran ceramah Gus Dur, ia sampai pernah menjual rumah yang sudah dibelinya di komplek lalu memutuskan membeli rumah di perkampungan.

Ah, sebagai informasi, Anwar adalah seorang kader Muhammadiyah. Namun, meski berlatar belakang Muhammadiyah, cara pandangnya ternyata juga dipengaruhi oleh tokoh NU Abdurachman Wahid alias Gus Dur.

Adapun hal tersebut diungkap Anwar Abbas dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Hersubeno Point.

"Saya terus terang juga terpengaruh juga oleh cara pandang Gus Dur sampai-sampai warna kehidupan saya juga terpengaruh oleh Gus Dur," ujarnya, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, pada Selasa, 28 Desember 2021.

Rupanya, hal itu terjadi ketika Anwar Abbas masih remaja dan mendengar ceramah Gus Dur di Perguruan Tinggi Ilmal Quran.

Nah, menurut pengakuan Anwar Abbas, saat itu Gus Dur bercerita soal mahasiswa yang heran mengapa ia tinggal di perkampungan.

"Gus Dur cerita, 'Kamu jangan kira saya tinggal di perkampungan saya tidak punya uang. Saya punya uang untuk tinggal di komplek. Kalau seandainya saya gak punya uang untuk tinggal di komplek, saudara saya masih mampu beli rumah di komplek'," tutur Anwar Abbas menirukan ucapan Gus Dur.

Kemudian, pada mahasiswa lantas lanjut bertanya soal kenapa Gus Dur tinggal di perkampungan.

"Apa jawab Gus Dur? 'Karena saya ingin mendengar jeritan dan denyut hati masyarakat rakyat kecil'."

Ya, secara terus terang, Anwar Abbas semakin blak-blakan cara pandangnya memang terpengaruh oleh Gus Dur hingga bahkan pernah membeli rumah di komplek dan sudah membayar DP, tetapi memutuskan untuk menjualnya kembali.

"Tapi karena mendengar Gus Dur ceramah kayak gitu, akhirnya saya jual lagi dan saya belilah rumah di perkampungan."

Usut punya usut, Anwar Abbas tinggal di perkampungan sampai hari ini sejak mendengar ceramah Gus Dur.

"Saya mampu beli rumah di komplek, tapi seperti yang Gus Dur bilang, saya ingin mendengar jeritan hati rakyat," ungkapnya.

"Rasa-rasanya kalau saya tinggal di komplek, mungkin tidak akan ada orang datang minta tolong karena orang-orang kaya semua," sambungnya lagi.

"Tapi dengan tinggal di perkampungan, memang benar seperti yang dikatakan Gus Dur. Banyak orang datang minta tolong kepada saya sehingga saya merasa hidup saya berarti dan bermakna bagi orang lain dan itu pengaruh Gus Dur."