Terkini.id, Jakarta - Belum lama ini, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), yakni Anwar Abbas, buka suara terkait polemik minyak goreng di Tanah Air.
Dengan lantang ia pun mengkritik langkah Pemerintah yang diketahui mencabut subsidi minyak goreng.
Anwar menilai bahwa kebijakan itu telah memukul kehidupan rakyat kecil. Pasalnya, harga minyak goreng dipastikan akan naik.
"Dalam jangka dekat atau dalam beberapa minggu atau bulan ke depan, harga minyak goreng tentu diperkirakan akan melonjak tinggi karena jumlah supply tentu akan lebih rendah dari jumlah permintaan," paparnya.
"Hal tersebut tentu jelas-jelas akan sangat memukul kehidupan rakyat kecil."
Anwar menilai bahwa nasionalis para pengusaha kini sedang diuji. Ia bahkan bertanya-tanya akankah mereka menjadi pengusaha yang pancasilais dengan memikirkan nasib rakyat atau justru menjadi binatang ekonom yang fokus pada keuntungan.
Bahkan, tak segan-segan Anwar Abbas menerka-nerka apa jangan-jangan merekalah teroris sesungguhnya.
"Kita lihat dan tunggu saja. Jangan-jangan merekalah sebenarnya yang telah menjadi the real terrorist di negeri ini, tapi kita berharap mudah-mudahan tidak demikian halnya."
Dilansir terkini.id dari CNN Indonesia pada Kamis, 17 Maret 2022, Anwar lantas menyinggung pengusaha sawit Indonesia yang mengalami masalah di luar negeri langsung dibantu oleh Pemerintah.
Sementara sebaliknya, ia menyebut pengusaha tidak membantu Pemerintah menjaga harga dan ketersedian minyak goreng di dalam negeri.
"Malah mereka terlihat sibuk menangguk keuntungan dengan memanfaatkan peluang bagi mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan mengabaikan dan melanggar ketentuan yang ada," ujarnya.
"Akibatnya, rayat menjadi susah sehingga Kapolri terpaksa turun tangan dan berbicara keras kepada para pengusaha tersebut dengan meminta para Kapolda untuk melakukan pengawasan ketat."










