Miris! Ternyata Lebih 8.000 Kasus KDRT Dilaporkan di Tahun 2021, Meningkat Akibat Adanya Pandemi

Miris! Ternyata Lebih 8.000 Kasus KDRT Dilaporkan di Tahun 2021, Meningkat Akibat Adanya Pandemi

Raja Ade Romania

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, ada lebih dari 8 ribu laporan masuk terkait tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang tahun 2021.

Menurut data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PP), jumlah tersebut dihitung sejak Januari sampai 2 Desember 2021.

Bintang mengatakan, tindak kekerasan dalam rumah tangga mendominasi jumlah tersebut dalam periode satu tahun.

"Januari sampai tanggal 2 Desember, kasus kekerasan dalam rumah tangga mendominasi bentuk kekerasan yang paling banyak dilaporkan yakni sebanyak 74 persen dari total laporan 8.803 kasus," kata Bintang dalam diskusi publik yang disiarkan melalui kanal YouTube LBH APIK Jakarta, Jumat 10 Desember 2021.

Lebih lanjut, Bintang juga menyebut jika selama masa pandemi justru kasus kekerasan terhadap anak dinyatakan meningkat.

"Di masa pandemi ini anak juga tidak bebas dari ancaman kekerasan, masih dari sumber data yang sama terdapat 12.559 kasus kekerasan terhadap anak selama masa pandemi 2021," tutur Bintang.

Mirisnya, sebagian besar dari kasus kekerasan terhadap anak ialah tindak kekerasan seksual.

"Adapun kasus kekerasan terhadap anak yang paling banyak dilaporkan adalah kasus kekerasan seksual yakni sebanyak 60 persen dari total kasus," sambungnya.

Ia menyampaikan, agar masalah ini dapat menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak begitu besar.

Mulai dari luka ringan hingga kematian. Masalah kesehatan mental hingga hilangnya produktivitas yang berpengaruh terhadap perekonomian.