Terkini.id - Ahli menyebutkan jika varian Omicron sangat mungkin telah tersebar di berbagai negara termasuk negara Asia.
Ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai sangat mungkin varian Omicron muncul di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia.
"Kemungkinan bahwa varian ini sudah ada atau terdeteksi setidaknya 1,2,3 (kasus) itu ya tentu ada, karena pertama kalau bicara ketika varian ditemukan iya bukan berarti pada hari itu dia benar-benar baru muncul, kan nggak seperti itu," beber Dicky dikutip detikcom, Selasa, 30 November 2021.
Dicky menilai jika kemungkinan besar varian Omicron sudah lebih dulu meluas dua hingga tiga pekan sebelum diidentifikasi. Karena itu, sangat berpotensi sudah menyebar ke beberapa negara Asia, termasuk RI.
"Artinya lagi, pelaku perjalanan yang di beberapa kawasan atau negara dunia ini tentu sudah terjadi (varian Omicron) termasuk Indonesia, atau Asia lah, walaupun ini bisa berkurang risikonya dengan adanya menerapkan PCR sebelum dan saat kedatangan seperti saat ini, itu sudah mengurangi risikonya," sambung Dicky.
Melansir detikcom, Selasa, 30 November 2021, Dr Angelique Coetzee, seorang praktisi dan ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, mengatakan kepada Reuters bahwa pada 18 November, dia melihat tujuh pasien Covid-19 di kliniknya memiliki gejala yang berbeda dari varian Delta yang dominan, meskipun sangat ringan.
Coetzee mengatakan seorang pasien pada 18 November mengeluh sangat lelah selama dua hari dengan nyeri tubuh dan sakit kepala.
"Gejala pada tahap itu sangat terkait dengan infeksi virus normal. Dan karena kami belum melihat Covid-19 selama delapan hingga 10 minggu terakhir, kami memutuskan untuk melakukan tes," katanya, seraya menambahkan bahwa pasien dan keluarganya ternyata menjadi positif.
Pada hari itu, lebih banyak pasien datang dengan gejala yang sama. Saat itulah dia menyadari ada sesuatu yang lain terjadi. Sejak itu, dia melihat dua hingga tiga pasien setiap hari.
Ia menyebut sebagian besar dari pasien mengalami gejala yang sangat ringan dan sejauh ini tidak ada yang menerima pasien untuk tindakan lebih lanjut di rumah sakit.










