Pada makan malam bersama tersebut, biasanya dihidangkan makanan yang lezat dan mengandung makna-makna keberuntungan, kemakmuran, kebahagiaan dan kekayaan.
- Hari pertama tahun baru Imlek, Hari Raya Tahun Baru Imlek
Hari pertama Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa akan saling mengunjungi ke rumah-rumah saudara dan sahabat.
Pasangan yang telah nikah akan memberikan Angpao (amplop merah) yang berisi uang kepada anak-anak, muda-mudi yang belum menikah dan orang tua dengan mengucapkan berbagai ucapan-ucapan selamat tahun baru dan harapan terbaik untuk tahun baru Imlek ini.
- Hari kedua tahun Baru Imlek, mengunjungi rumah orang tua istri
Hari kedua tahun baru Imlek ini biasanya digunakan oleh pasangan yang telah menikah untuk mengunjungi rumah orang tua istri.
Berkumpul bersama dan makan siang di rumah orang tua istri. Memberikan Angpao kepada orang tua istri dan saudara-saudara istri yang belum menikah.
- Hari ketiga tahun baru Imlek, tinggal di rumah untuk menghindari ketidakberuntungan
Selama dua hari berturut-turut mengunjungi rumah saudara dan sahabat, hari ketiga biasanya digunakan untuk beristirahat di rumah dan hindari kunjungan ke rumah orang lain agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya pertengkaran.
Hari ketiga Imlek ini juga dikenal dengan hari Anjing Merah (??? [Chì g?u rì]) yaitu hari dewa kemalangan.
Meskipun demikian, warga Tionghoa zaman sekarang banyak yang menggunakan hari ketiga imlek ini untuk jalan-jalan atau rekreasi ke tempat-tempat wisata daripada berdiam di rumah.
- Hari keempat tahun baru Imlek, Siap-siap untuk menyambut para Dewa
Pada hari keempat ini, warga Tionghoa sudah disibukan dengan berbagai persiapan untuk menyambut para dewa, terutama dewa dapur yang akan turun dari Surga ke Bumi.
Pada umumnya, Warga Tionghoa akan menyiapkan berbagai hidangan seperti minuman, buah-buahan, tiga jenis daging (daging ikan, daging babi, daging ayam), kue serta menyalakan dupa dan lilin pada sore hari untuk menyambut para dewa.
- Hari Kelima Tahun Baru Imlek, Menyambut Dewa Rezeki
Hari kelima Tahun Baru Imlek diyakini sebagai hari kelahiran Dewa Rezeki. Untuk menyambut Dewa Rezeki, warga-warga Tionghoa biasanya akan menyalakan kembang api dan membuka pintu dan jendela di tengah malam.
-) Hari Ketujuh Tahun Baru Imlek, Merayakan Hari Lahir Manusia
Hari ketujuh Imlek adalah hari terciptanya manusia oleh Dewi Nuwa (??) menurut mitologi Tionghoa.
Sebelum menciptakan manusia, Dewi Nuwa terlebih dahulu menciptakan 6 hewan di 6 hari berturut-turut yaitu hari pertama ayam, hari kedua anjing, hari ketiga babi, hari keempat kambing, hari kelima sapi dan hari keenam kuda.
Di Asia Tenggara, hari lahir manusia ini diperingati dengan menghidangkan makanan yang bernama Yu Seng (???yaitu irisan daging ikan mentah, sayuran, jeruk nipis, kerupuk renyah dan acar jahe serta dicampur dengan bumbu lainnya.
Makanan tersebut kemudian diaduk dan diangkat tinggi-tinggi dengan mengucapkan berbagai kata-kata dan ucapan-ucapan keberuntungan dan kebahagiaan.
-) Hari Kelimabelas Tahun Baru Imlek, Perayaan Cap Goh Meh (Festival Yuan Xiao)
Hari kelimabelas Imlek, warga-warga Tionghoa akan merayakan Festival Yuan Xiao atau di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh (Malam Kelimabelas).
Malam tersebut juga sebagai tanda selesainya perayaan Hari Raya Imlek. Malam Cap Go Meh ini juga sering disebut juga dengan Festival Lampion/Lentera karena pada malam ini, warga Tionghoa akan menghiasi rumahnya dan jalan-jalan raya dengan berbagai bentuk lampion-lampion.
Malam ini juga untuk merayakan bulan purnama pertama di tahun yang baru.
Penulis: David Gozal










