Terkini.id, Jakarta - Anak dari pasangan suami istri atau pasutri yang menjadi korban pembunuhan di Tulungagung pada Juni 2023 lalu, mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris lantaran menilai ada kejanggalan terkait pembunuhan kedua orang tuanya itu.
Hal itu disampaikan anak dari pasutri korban pembunuhan di Tulungagung tersebut lewat video mereka yang diunggah langsung oleh akun Instagram resmi Hotman Paris Official.
"Kami berdua anak kandung dari korban pembunuhan orang tua kami di Tulungagung pada tanggal 28 Juni 2023," kata salah satu anak dari pasutri itu, seperti dilihat dalam video unggahan @hotmanparisofficial, pada Kamis 13 Juli 2023.
Salah satu anak korban, yakni Gustama merasa ada kejanggalan dari keterangan pelaku pembunuh kedua orang tuanya saat konferensi pers di Polres Tulungagung.
Berdasarkan keterangan pelaku ketika itu, kata Gustama, ayahnya memiliki utang batu akik senilai Rp 250 juta. Padahal, tidak ada bukti maupun saksi sama sekali terkait penyataan pelaku tersebut.
"Kami merasa ada kejanggalan pada saat pers rilis di Polres Tulungagung atas keterangan pelaku yang mengatakan bapak saya punya utang batu akik senilai Rp 250 juta pada tahun 2021 dan tidak membayar sama sekali," tutur Gustama.
"Padahal sama sekali tidak ada bukti transaksi, saksi, maupun barang bukti batu akik," tambahnya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa ayahnya tidak pernah tertarik dengan batu akik. Bahkan, orang tuanya tersebut juga tidak pernah memiliki benda seperti itu.
"Bapak saya bukan orang yang tertarik batu akik. Kami yakin bapak kami tidak pernah memiliki barang seperti cincin atau batu akik tersebut," ungkapnya.
Ia pun menaruh curiga ada orang yang sengaja menyuruh pelaku membunuh kedua orang tuanya itu.
"Kami curiga ada orang yang menyuruh pelaku di balik kasus pembunuhan ini," ujar Gustama.
Oleh karena itu, anak dari pasutri korban pembunuhan di Tulungagung tersebut memohon kepada Kepolisian untuk membongkar dalang kasus itu dan mengungkap motif pelaku yang sebenarnya.
"Kami memohon agar dibongkar siapa dalang yang menyuruh pelaku melakukan pembunuhan dan apa motif pembunuhan yang sebenarnya terjadi kepada orang tua kami," ucapnya.










