Mendung di Langit Sulawesi Selatan: Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi

Mendung di Langit Sulawesi Selatan: Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar – Langit Sulawesi Selatan hari ini, Selasa, 4 Februari 2025 diprediksi lebih banyak dihiasi awan mendung, dengan curah hujan yang bervariasi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Makassar, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi sepanjang hari di berbagai daerah, sementara peringatan gelombang tinggi diberikan untuk beberapa perairan di sekitar provinsi ini.

Pagi yang Mendung, Hujan Mengintai

Sejak pagi, awan tebal menyelimuti sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan. Hujan ringan diperkirakan mengguyur daerah Gowa, Pangkep, Barru, Parepare, Enrekang, Sidrap, Wajo, serta Luwu dan Luwu Utara. Sementara wilayah lainnya diprediksi tetap berawan.

Siang hingga Sore: Hujan Meluas

Menjelang siang dan sore, hujan ringan hampir merata di seluruh provinsi. Beberapa daerah seperti Luwu Utara, Pangkep, Maros, Makassar, Takalar, Gowa, dan Palopo diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi.

Namun, wilayah Bone, Soppeng, dan Kepulauan
Selayar relatif lebih tenang dengan kondisi berawan.

Malam hingga Dini Hari: Hujan Masih Bertahan

Saat malam tiba, awan masih menggantung di langit. Hujan ringan diperkirakan terjadi di Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara. Begitu pula pada dini hari, dengan tambahan potensi hujan di Kepulauan Selayar.

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

BMKG juga mencatat pergerakan angin dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10–40 km/jam. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 19–34°C dengan kelembapan mencapai 65–100 persen.

Sementara itu, peringatan dini dikeluarkan bagi pelayaran di sejumlah perairan Sulawesi Selatan.

Gelombang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Makassar bagian selatan, perairan Parepare, perairan barat Kepulauan Selayar, Teluk Bone bagian selatan, serta Laut Flores bagian timur.

Para nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau untuk tetap waspada.

Kondisi cuaca ini bisa berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama di sektor perikanan dan pelayaran.