Media Asing Sebut 100 Pulau di Maluku Akan Dilelang dan Dijual di New York

Media Asing Sebut 100 Pulau di Maluku Akan Dilelang dan Dijual di New York

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Media asing yang bermarkas di Inggris, The Guardian mengungkapkan bahwa sekitar 100 Pulau di Maluku, Indonesia telah masuk daftar lelang di Sotheby’s Concierge Auctions, New York, Amerika Serikat.

Kabar mengenai 100 Pulau di Maluku yang diduga akan dilelang membuat aktivis konservasi merasa cemas akan berdampak buruk bagi komunitas lokal serta ekosistem yang terdapat di dalam pulau tersebut.

Ekosistem yang dimaksud yaitu hutan hujan, hutan bakau, laguna, danau serta terumbu karang yang menjadi rumah kehidupan biota laut.

Mohd Abdi Suhufan selaku Koordinator Destructive Fishing Watch (DFW) meminta kepada pemerintah Indonesia untuk segera melakukan investigasi terkait pemberitaan media asing ini.

Menurutnya, jika sebuah pulau menjadi milik pribadi maka komunitas masyarakat yang ada di pulau itu akan terkena dampaknya, baik secara sosial maupun ekonomi.

"Dampak sosial dari rencana ini akan mengimbangi manfaat lingkungan. Saat ini, pemerintah gencar menarik investasi asing untuk mendapatkan penerimaan negara. Tidak ada peraturan yang harus diubah untuk meloloskan rencana ini,” ujar Mohd Abdi Suhufan, Senin 5 Desember 2022.

"Tempat penangkapan ikan bagi nelayan yang sudah digunakan secara turun-temurun akan dibatasi," sambungnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Iwan Sofiawan selaku ahli lingkungan, ia memprediksi akan terjadi eksploitasi kepentingan wisata.

"Bagaimana bisa dijamin pulau-pulau ini tidak akan dieksploitasi untuk kegiatan pariwisata? Dan bagaimana dengan akses masyarakat lokal setelah pulau-pulau itu menjadi milik pribadi?" tanya Iwan Sofiawan.

Disisi lain, Charlie Smith selaku Wakil Presiden Eksekutif Sotheby's Concierge Auction menyebutkan bahwa PT LII tidak menyerahkan seluruh proyek tersebut namun terlibat aktif dalam pelelangan.