Makassar Dinobatkan Kota KTR Terbaik, Tapi Perjuangan Belum Usai

Makassar Dinobatkan Kota KTR Terbaik, Tapi Perjuangan Belum Usai

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Ia menambahkan bahwa sosialisasi akan terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami bahwa larangan merokok di tempat umum bukanlah pembatasan kebebasan individu, melainkan langkah untuk melindungi kesehatan bersama.

Lebih lanjut, dr. Ida berharap masyarakat Makassar semakin patuh terhadap aturan KTR dan memahami dampak positifnya bagi kesehatan umum. Ia menegaskan bahwa kesuksesan implementasi KTR tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan kedisiplinan warga, khususnya para perokok.

“Sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa larangan merokok di tempat umum adalah langkah untuk melindungi kesehatan bersama. Kami harap, para perokok dapat lebih bijak dalam memilih tempat untuk merokok, menghormati orang lain yang tidak merokok,” imbuhnya.

Selain itu, dr. Ida mengimbau kepada para perokok untuk mematuhi aturan dan menjaga kenyamanan bersama.

"Berhenti merokok itu harus dimulai dari niat diri sendiri. Jika memang belum bisa berhenti, tolong jangan merokok di tempat-tempat yang dilarang. Ini untuk menyelamatkan perokok pasif dan menjaga kenyamanan bersama,” tegasnya.

Meski penghargaan nasional ini menjadi bukti keseriusan Makassar dalam menerapkan KTR, perjalanan menuju kota bebas asap rokok sepenuhnya masih panjang. Dibutuhkan komitmen berkelanjutan dari semua pihak untuk mewujudkan Makassar sebagai kota yang sehat dan nyaman bagi semua warganya.