Majelis Taklim XLSMART Resmikan Wakaf Jembatan Amal Jariyah

Majelis Taklim XLSMART Resmikan Wakaf Jembatan Amal Jariyah

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui Majelis Taklim XLSMART bersama Yayasan Masjid Nusantara, meresmikan JEMARI (Jembatan Amal Jariyah) di Kampung Cisepat, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Saranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (28/9).

Jembatan sepanjang 36 meter dan lebar 1,5 meter ini dibangun untuk menghadirkan akses penghubung yang aman, kokoh, dan berkelanjutan bagi sekitar 560 jiwa dari 350 kepala keluarga (KK) di Desa Cibaregbeg dan Desa Puncak Manggis yang sebelumnya terisolasi.

Chief Enterprise Business Solutions XLSMART, Feby Sallyanto selaku Ketua MTXLSMART menyampaikan Jembatan ini bukan sekedar struktur bangunan dari beton dan baja, melainkan wujud nyata dari komitmen MTXLSMART untuk menghubungkan masyarakat dalam kebaikan.

"Kami meyakini bahwa akses yang aman adalah hak dasar setiap unsur masyarakat yang dapat dipergunakan dalam menuntut ilmu, mencari nafkah, serta menjalani kehidupan dengan lebih baik," ujarnya.

"Jembatan wakaf ini adalah investasi kemanusiaan yang kami harapkan dapat membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga Sukabumi," sambungnya.

Bupati Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresisasi atas sinergi yang terjalin, pemerintah Kabupaten Sukabumi menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi yang diinisasi oleh MTXLSMART ini.

"Pembangunan infrastruktur seperti jembatan ini sangat vital dan merupakan salah satu prioritas kami untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Kehadiran Jembatan Amal Jariyah ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, akses pendidikan, dan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Cibaregbeg dan Desa Puncak Manggis.”

Hubungkan Dua Desa dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Pembangunan jembatan selama dua bulan sejak Juli hingga September 2025 ini, berangkat dari kebutuhan mendesak dari kondisi jembatan sebelumnya terbuat bari bambu dan kayu yang kerap hanyut saat musim hujan padahal lokasi jembatan cukup vital sebagai satu-satunya akses penghubung antara dua desa.