Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UNM, Outing Class di Kabupaten Bone dan Wajo

Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UNM, Outing Class di Kabupaten Bone dan Wajo

amalikfajar

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.Id, Makassar - Mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar melaksanakan Outing class selama 3 hari di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20-22 Oktober 2023. Diikuti sebanyak 42 mahasiswa yang didampingi oleh 3 dosen pengampuh Mata Kuliah Sejarah Lokal, yakni Dr. Bahri, M.Pd, Khaeruddin, M.Pd dan Ahmad Zubair, M.Pd. Selain itu kegiatan ini juga diikuti oleh 2 mahasiswa peserta pertukaran mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang.

Situs Sejarah di Kabupaten Wajo yang dikunjungi adalah Saoraja Mallangga, Makam Pahlawan Nasional Lamaddukelleng dan Masjid Tua Tosora. Sedangkan di situs Sejarah yang dikunjungi di Kabupaten Bone adalah Allamungpatue ri Timurung dan Makam Raja-Raja Lamuru. Kegiatan outing class ini adalah rangkaian perkuliahan Sejarah lokal yang merupakan mata kuliah wajib pada semester ganjil di Program Studi Pendidikan Sejarah UNM.

Menurut Yudi Wahyudi selaku ketua panitia pada kegiatan outing class ini mengatakan bahwa penelitian sejarah lokal yang menyusur berbagai situs di Kabupaten Bone dan Wajo bertujuan agar mahasiswa dapat secara langsung melihat bukti peninggalan sejarah lokal Sulawesi Selatan, yang selama ini hanya dipelajari melalui buku, artikel dan sumber pembelajaran elektronik.

Hal sama diungkapkan oleh Khaeruddin selaku pengampuh Mata Kuliah bahwa outing class ini merupakan metode yang sudah lama dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Sejarah UNM pada berbagai mata kuliah, namun baru 2 tahun ini kembali dilaksanakan pasca pandemi Covid-19.

Menurut Khaeruddin, manfaat pembelajaran outing class adalah menambah pengetahuan peserta didik terhadap alam sekitar, menambah kecintaan terhadap situs, mengurangi kejenuhan dalam pembelajaran di kelas, mendapatkan informasi langsung dari obyek pembelajaran.

Saoraja menawarkan berbagai macam koleksi Kerajaan Wajo, Makam Pahlawan Nasional Lamaddukelleng menyajikan informasi perjuangan beliau, Masjid Tua Tosora merekam jejak Sejarah Islam di Sulawesi Selatan, Allamungpatue ri Timurung gambaran konstalasi politik abad XVI di Sulawesi Selatan. Semua situs tujuan outing class yang dikunjungi merupakan representatif dari materi dan kajian mata kuliah Sejarah lokal.

Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UNM, Outing Class di Kabupaten Bone dan Wajo
Situs masjid Tua Tosora Kabupaten Wajo (Dok. Penulis)

Pengampuh mata kuliah lainnya, Ahmad Zubair mengatakan bahwa outing class menciptakan nuansa belajar, seperti petualangan yang menantang bagi mahasiswa dengan mengamati obyek yang dipelajari secara langsung, menemukan hal-hal yang baru untuk dapat dipelajari secara mendalam serta mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah dirasakan dalam kelas. Hal ini akan menumbuhkan rasa ingin tahu mahasiswa dan memotifasinya untuk menggali potensi diri yang dimilikinya.

Respon positif yang muncul dari mahasiswa setelah mengikuti outhing class adalah munculnya ide-ide kreatif, antusiasme dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas menjadi meningkat. Kegiatan outhing kelas dapat merefresh suasana belajar sehingga menjadi lebih menarik.

Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UNM, Outing Class di Kabupaten Bone dan Wajo