Pembelajaran Sosiologi Berbasis Nilai Lokko Diperkenalkan di SMA 5 Makassar

Pembelajaran Sosiologi Berbasis Nilai Lokko Diperkenalkan di SMA 5 Makassar

amalikfajar

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.Id, Makassar - Di tengah semangat perubahan dan inovasi di dunia pendidikan, sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar telah mengambil inisiatif luar biasa untuk memerangi permasalahan yang sangat sensitif, yaitu kekerasan seksual di kalangan pelajar. Tim yang terdiri dari mahasiswa dari beragam bidang studi, dengan bimbingan dosen pembimbing yang berdedikasi, telah menggelar kegiatan sosialisasi yang tak hanya mencerdaskan, tetapi juga membantu mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih aman.

Ketua Tim, Vani Anggryani, seorang mahasiswa Pendidikan Sosiologi, menyatakan bahwa mereka telah menjalankan kegiatan ini sebagai bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM RSH). Mereka memfokuskan penelitian mereka pada pembelajaran sosiologi yang berbasis pada Nilai Lokko sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, pendekatan inovatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan mendidik.

Tim PKM terdiri dari beberapa anggota yang berasal dari berbagai jurusan, seperti Pendidikan Sosiologi, Pendidikan Antropologi, dan Ilmu Administrasi Negara. Mereka dibimbing oleh dosen pembimbing, Andi Sadriani, S.Pd., M.Pd., yang memberikan arahan dan panduan selama proses penelitian.

Penelitian mereka yang berjudul "Pengembangan Model Pembelajaran Sosiologi Berbasis Nilai Lokko Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah" menjadi tonggak bersejarah dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di sekolah. Dalam penelitian ini, siswa dari SMAN 5 Makassar dilibatkan dalam model pembelajaran yang dikembangkan oleh tim.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa pada tanggal 1 September 2023 merupakan tahap penting dalam menyebarkan hasil penelitian mereka. Model pembelajaran yang dikembangkan dengan berbasis Nilai Lokko ini telah diuji coba dan akan menjadi panduan bagi pendidik dalam upaya mencegah kekerasan seksual di sekolah. Pihaknya merasa Ini adalah langkah progresif yang akan membantu siswa dalam memahami konsep kekerasan seksual, memupuk kesadaran tentang pentingnya pencegahan, dan memperkuat peran interaksi sosial dalam mencegah kekerasan seksual.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini juga melibatkan sejumlah guru dan staf sekolah. Tim mahasiswa, yang dipimpin oleh Vani Anggryani, yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, bekerja sama dengan dosen pembimbing, Andi Sadriani, S.Pd., M.Pd, untuk menjalankan kegiatan sosialisasi ini.

Pembelajaran Sosiologi Berbasis Nilai Lokko Diperkenalkan di SMA 5 Makassar
Anggota tim PKM-RSH, saat melakukan penelitian Berbasis Nilai Lokko di SMA 5 Makassar

Kegiatan dimulai dengan presentasi yang mendalam mengenai Model Pembelajaran Sosiologi berbasis Nilai Lokko. Para peserta diajak untuk memahami konsep, manfaat, dan penerapan model ini dalam konteks pencegahan kekerasan seksual di sekolah. Diskusi pun digelar untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya, berbagi pandangan, dan mendalami topik yang dibahas.


Model ini, yang berbasis pada Nilai Lokko, telah mengalami uji coba di SMAN 5 Makassar. Siswa yang terlibat dalam uji coba ini memberikan umpan balik positif terkait efektivitas model dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang kekerasan seksual dan upaya pencegahannya. Selain itu, model ini juga mendorong siswa untuk menjadi lebih aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Ketua Tim, Vani Anggryani, menjelaskan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memastikan model pembelajaran ini dapat digunakan dan bermanfaat secara luas di SMAN 5 Makassar. "Kami ingin mengampanyekan perlunya pencegahan kekerasan seksual di kalangan pelajar. Model pembelajaran ini bukan hanya sekadar konsep, tetapi alat yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mencapai tujuan tersebut," kata Vani.

Langkah berikutnya bagi tim adalah menerbitkan artikel ilmiah yang merinci hasil penelitian mereka. Artikel ini akan menjadi panduan berharga bagi pendidik di berbagai sekolah yang ingin mengadopsi model serupa. Saat ini mereka sedang berusaha untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas temuan mereka.