Terkini.id, Makassar - Beredar video yang memperlihatkan seorang warga Makassar mengeluh gegara listrik padam mendadak saat dirinya lagi sementara cukur rambut di Barbershop.
Video warga Makassar mengeluh lantaran listrik padam saat ia lagi sementara cukur rambut di barbershop tersebut viral usai diunggah sejumlah akun media sosial.
Dalam video itu, tampak pria tersebut sementara dicukur rambutnya oleh pegawai di barbershop itu.
Sementara seorang rekannya, terlihat sedang memegang senter Handphone untuk membantu penerangan lantaran listrik di tempat cukur tersebut terkena pemadaman listrik bergilir oleh PLN.
"Ballassi tawwa ine PLN. Aihh aslina mi," kata rekan dari pelanggan barbershop tersebut, dikutip terkini.id dari video unggahan Instagram @makassar_iinfo pada Jumat, 24 November 2023.
Rekannya itu pun mengungkap kerugian akibat pemadaman listrik oleh PLN itu. Oleh karenanya, ia meminta agar tempat cukur rambut tersebut juga diberi kompensasi.
"Mana tawwa kompensasi na PLN? Kerugian alat-alat elektronik (alat cukur) yang rusak, omset usaha (turun)," tuturnya dengan nada becanda.
Sedangkan pria pelanggan barbershop yang sementara cukur rambut itu mengaku rambutnya salah dicukur gegara kurangnya cahaya penerangan akibat listrik padam.
"Baru kita ini tokka' (salah cukur) lagi. Sessa jaki," ujarnya.
Diketahui, kondisi pemadaman listrik di Kota Makassar makin parah setelah sebelumnya hanya berlangsung selama 3-4 jam sehari, kini menjadi 5-6 jam per hari.
Menurut PLN, penambahan durasi pemadaman listrik tersebut dilakukan karena sampai saat ini kondisi sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) masih mengalami defisit daya.
"Sampai dengan saat ini kondisi sistem sulbagsel masih mengalami defisit daya bapak/ibu jadi kemungkinan besar durasi pemadaman bertambah dari sebelumnya 4 jam menjadi 5-6," ungkap PLN lewat unggahannya di Instagram Story @pln_ulppangsid, dikutip terkini.id pada Jumat, 24 November 2023.
Pihak PLN pun meminta maaf kepada masyarakat di Sulawesi Selatan, termasuk warga Makassar, terkait hal itu.
"Kami mohon maaf yang sebesar besarnya atas ketidaknyamanannya," tulisnya lagi.










