Terkini, Jeneponto — Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-162 Kabupaten Jeneponto, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang (Latopas) menampilkan suasana berbeda.

Seluruh pegawai rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga staf administrasi, tampak mengenakan pakaian adat Bugis-Makassar saat memberikan pelayanan kepada pasien, Rabu, 30 April 2025.

Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, dr. St. Pasriany, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif rumah sakit dalam memeriahkan hari bersejarah bagi masyarakat Jeneponto. Menurutnya, momen ini juga menjadi wadah untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
"Ini adalah bagian dari upaya kami membudayakan kembali tradisi dan kearifan lokal, sekaligus memberikan pelayanan terbaik dengan nuansa budaya yang kental. Hari Jadi Jeneponto bukan hanya tentang usia, tetapi tentang bagaimana kita menjaga identitas daerah dalam semangat kebersamaan," ujar dr. Pasriany.

Ia menambahkan, penggunaan pakaian adat saat bertugas merupakan simbol penghormatan terhadap warisan leluhur serta langkah kecil menuju visi "Jeneponto Bahagia", masyarakat yang sehat, harmonis, dan berbudaya.
Pelayanan dengan balutan busana tradisional ini disambut antusias oleh pasien dan pengunjung rumah sakit. Banyak di antaranya mengabadikan momen tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif yang unik dan membanggakan.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-162 tahun ini mengusung tema "Menguatkan Kohesi Sosial, Kolaboratif dan Berkinerja, Wujudkan Jeneponto Bahagia" dengan sub tema "Assamaturu Mamge Ri Masunggua".
RSUD Lanto Daeng Pasewang menjadi salah satu instansi yang menunjukkan bahwa pelayanan prima dapat dikolaborasikan dengan nilai-nilai budaya daerah.










