Kubu Moeldoko Tiba-Tiba Usul AHY Maju Pilgub DKI, Demokrat: Sudah Gangguan Jiwa?

Kubu Moeldoko Tiba-Tiba Usul AHY Maju Pilgub DKI, Demokrat: Sudah Gangguan Jiwa?

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Partai Demokrat menanggapi kubu Moeldoko yang tiba-tiba menyarankan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju pada Pemilihan Gubernur ke DKI Jakarta untuk kedua kalinya.

Seperti diketahui, AHY sebelumnya pernah maju pada Pilgub 2017 lalu namun kalah dari Anies Baswedan dan Ahok pada putaran pertama.

Ricky Kurniawan, Deputi Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat pun menanggapi singkat dan pedas usulan kubu Moeldoko itu.

Ia mempertanyakan apakah kubu Moeldoko sudah stres dan gangguan jiwa.

"Apakah kumpulan orang ini sdh stress dan gangguan jiwa?" cuit @RicKY_KCh pada Sabtu, 3 Maret 2021.

Kubu Moeldoko Tiba-Tiba Usul AHY Maju Pilgub DKI, Demokrat: Sudah Gangguan Jiwa?

Sebelumnya, Muhammad Rahmad, juru bicara kubu Moeldoko memang mengatakan bahwa pihaknua berniat mengusulkan AHY sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

"DPP Partai Demokrat pimpinan Pak Moeldoko berniat mengusulkan AHY untuk kali kedua sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," kata Muhammad Rahmad pada Sabtu, 3 April 2021.

Rahmad bahkan sudah menyinggung soal elektabilitas HAY dibandingkan Anies Baswedan sebagai petahana.

"Perlu diuji apakah tingkat popularitas dan elektabilitas AHY sudah bisa mengalahkan Anies Baswedan," ujar Rahmad.

Usulan Rahmad ini tentu dibalas pedas oleh kubu AHY sebab keduanya kini masih berada dalam kisruh.

Namun, Rahmad meyakini bahwa kedua kubu nantinya akan bersatu jika telah ada keputusan tetap dari Mahkama Agung.

Seperti diketahui, kubu Moeldoko telah melapor ke Pengadilan Tata Usaha Negara setelah hasil KLB Deli Serdang ditolak oleh Kementerian Hukum dan HAM.

"Saat ini ada dua DPP Partai Demokrat. DPP Partai Demokrat pimpinan Pak Moeldoko telah memutuskan untuk melanjutkan proses ini ke pengadilan. Partai Demokrat akan jadi satu apabila nanti sudah ada keputusan inkrah dari Mahkamah Agung," kata Rahmad.

Dalam pernyatannya, Rahmad juga mengklaim bahwa Moeldoko adalah pemimpin yang tidak berorientasi pada kekuasaan.

Menurutnya, Moeldoko lebih fokus menyelamatkan demokrasi dan Indonesia Emas 2024.

"Pak Moeldoko memimpin Partai Demokrat, orientasinya bukan kekuasaan. Orientasi Pak Moeldoko adalah menyelamatkan demokrasi, menyelamatkan Indonesia Emas 2024," katanya.