Krisis Iklim dan Transisi Energi: Pelajaran dari Australia Untuk Indonesia

Krisis Iklim dan Transisi Energi: Pelajaran dari Australia Untuk Indonesia

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar – Di sebuah ruangan di Hotel Aston Makassar, Todd Dias, Konsulat Jenderal Australia di Makassar, berbicara dengan nada humor namun serius. “Indonesia dan Australia menghadapi tantangan yang sama dalam perubahan iklim,” katanya.

Pernyataan sederhana ini membawa pesan mendalam tentang kondisi kedua negara yang semakin akrab dengan dampak krisis iklim.

Tahun Terpanas dan Krisis Energi

Menurut data NASA, tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah, dengan suhu 1,47 C dan terus meningkat setiap tahun. Di Australia, dampaknya nyata: kekeringan berkepanjangan dan banjir yang menghantam wilayah timur negeri itu secara bergantian.

Di Indonesia, Sulawesi Selatan menjadi contoh konkret bagaimana ketidaksiapan menghadapi perubahan iklim dapat berujung pada krisis energi. Selama 2023, wilayah ini mengalami pemadaman listrik bergilir, sebuah ironi di tengah berdirinya pabrik-pabrik smelter yang tetap memiliki pasokan listrik stabil.

Sementara itu, masyarakat umum harus beradaptasi dengan kegelapan, sebuah potret yang kontras dengan upaya transisi energi yang dicanangkan pemerintah.

“Di Australia kekurangan pasokan listrik bisa diramalkan, pemeriintah meminta masyarakat mengurangi pemakaian (listrik), kurangi AC dan sebagainya,” kata dia di Hotel Aston, Rabu, 15 Januari 2025 pada kegiatan pelatihan yang diadakan CNN Akademy dengan tema Krisis Iklim dan Transisi Energi.

Pelajaran dari Australia

Di Australia, pendekatan terhadap krisis energi lebih terstruktur. Ketika kekurangan listrik diramalkan, pemerintah meminta masyarakat mengurangi konsumsi energi, seperti mematikan pendingin ruangan. Strategi ini, meski sederhana, menunjukkan adanya komunikasi efektif antara pemerintah dan warga.

Selain itu, Australia telah menargetkan netralitas karbon pada 2050, sepuluh tahun lebih cepat dari Indonesia. Salah satu inovasi menarik adalah upaya menurunkan emisi metana dari sektor peternakan, dengan menggunakan rumput laut Asparagopsis sebagai pakan sapi.