Sekilas tentang kentut
Buang angin sering dianggap sebagai aktivitas yang memalukan. Padahal, kentut adalah suatu hal yang normal dilakukan oleh semua orang. Kentut adalah proses alami tubuh yang menunjukkan bahwa sistem pencernaan kita berfungsi baik. Menurut seorang ahli gastroenterology dari Universitas of Michigan Medicine Gastroenterology Clinic, rata-rata manusia menyimpan sekitar 1.5 liter gas pada saluran pencernaanya setiap hari. Biasanya, rata-rata manusia akan kentut dalam sehari sebanyak 14 sampai 23 kali dan cenderung nggak berbau. [caption id="attachment_142423" align="alignnone" width="600"]
Suara kentut berbeda-beda
Anda mungkin sudah tahu bahwa bau kentut dipengaruhi oleh makanan yang Anda konsumsi sebelumnya. Jika Anda baru saja makan kacang polong, lobak, sawi, atau nangka muda, maka tak heran jika Anda akan langsung kentut karena semua makanan tersebut mengandung gas tinggi. Berbeda dengan itu, suara kentut ditentukan oleh seberapa cepat dorongan gas-gas dari dalam perut untuk keluar. Selain itu, ukuran dan bentuk lubang anus juga menentukan suara kentut Anda. Sama halnya seperti bermain suling. Semakin kecil dan sedikit lubang suling yang terbuka maka akan menghasilkan nada yang tinggi dan melengking. Sedangkan jika semua lubang suling terbuka, maka suara yang dihasilkan rendah dan besar. Begitu juga dengan kentut. Ketika menahan kentut, lubang anus akan dipaksa untuk menutup sehingga gas akan keluar sedikit demi sedikit. Akibatnya, kentut yang akan berbunyi nyaring dan keras. Sementara jika Anda lebih rileks, maka lubang anus akan terbuka lebar dan membuat gas lebih mudah keluar. Suara yang dihasilkan pun cenderung lebih kecil dan bahkan bisa juga tidak terdengar sama sekali. [caption id="attachment_142422" align="alignnone" width="480"]









