Terkini.id, Jakarta - Virus corona atau COVID-19 diketahui menular lewat percikan air liur. Namun, seorang dokter asal Australia, Andy Tag, mengungkapkan bahwa virus itu juga bisa menular lewat kentut atau buangan gas dari manusia.
Berdasarkan penelitiannya, dr Tag mengungkapkan bahwa sekitar 55% pasien Corona terdapat virus di fesesnya (kotoran manusia).
Menurutnya, proses kentut yang berasal dari buangan gas kotoran manusia dapat menyebar dalam jangkauan panjang.
Dilansir dari Daily Star, Sabtu, 18 April 2020, pusat kontrol dan pencegahan penyakit di China sebelumnya juga telah mengumumkan bahwa pemakaian celana bisa menjadi batasan yang efektif untuk mencegah penularan COVID-19 saat kentut.
Hal itu berdasarkan kekhawatiran mereka ketika seseorang tidak memakai celana, produksi gas dalam jumlah besar berpotensi terjadi, dan orang-orang di dekatnya bisa tertular virus tersebut.
"Virus SARS-CoV-2 mungkin saja dapat menular melalui besarnya tekanan gas. Ingat untuk selalu memakai celana," ujar dr Tag.
Sebelumnya, beberapa peneliti juga mengungkapkan bahwa COVID-19 bisa muncul di kotoran manusia.
Maka dari itu, sejumlah dokter mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa mewaspadai penularan COVID-19 lewat buangan gas kotoran manusia atau kentut.
Penularan virus Corona yang banyak diketahui masyarakat saat ini yakni lewat percikan air liur.
Percikan itu bisa menempel di tangan orang lain dan saat mereka menyentuh wajahnya, virus yang belum ditemukan vaksinnya ini akan terhirup masuk ke hidung dan ke saluran pernapasan.









