Ketua Bawaslu Makassar Sebut Politik Uang Ibarat Kentut

Ketua Bawaslu Makassar Sebut Politik Uang Ibarat Kentut

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar Nursari menyebut politik uang ibarat kentut. Baunya tercium namun susah ditelusuri letak baunya.

Hal itu disampaikan Nursai saat sosialisasi pengawasan partisipatif bersama media. Dalam rangka pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun 2020.

"Politik uang kayak kentut, ada dicium tapi susah dicari di mana baunya," kata Nursari di Hotel Jolin, Senin 24 Agustus 2020.

Kelakar tersebut sebagai respons bahwa politik uang di Makassar masih sangat kuat. Selain itu, ia mengatakan setiap aturan hukum memiliki celah. Hal itu pun menjadi ruang yang kerap kali dimanfaatkan.

Untuk itu, ia meminta partisipasi media dan masyarakat untuk ikut mengawal Pilkada 2020.

Nursari mengatakan, saat ini, pihaknya berkonsentrasi pada dua hal penting, yakni politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).

Menurutnya, dua isu tersebut bisa mengancam Pemilu di Makassar. Pasalnya memiliki daya rusak yang sangat kuat pada kontestasi pada pemilihan serentak.

"Setiap kesempatan kami edukasi soal itu, bagaimana menghindari politik uang dengan mengubah jargon, ambil uangnya jangan pilih orangnya menjadi tolak uangnya laporkan pelakunya," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa ada yang berbeda dari Pemilu tahun ini, yakni protokol kesehatan Covid-19 menjadi prinsip penyelenggaraan Pemilu.

Pelanggaran terhadap protokol Covid-19 menjadi bagian dari pelanggaran atau dugaan pelanggaran yang akan diproses Bawaslu.

"Uniknya selama ini kami tidak diberi bekal terkait dengan protokol kesehatan Covid-19 itu apa. Di sisi lain kita disuruh untuk mengawasi," ungkapnya.

"Jadi bukan cuman pengawasan pemilu, tetapi pengawas kesehatan juga. Jadi ini tantangan kita bersama," pungkasnya.