Kejagung Tetapkan Wisnu Wardhana Sebagai Tersangka Kasus Ekspor Minyak Goreng, Netizen: Jangan Mau Jadi Tumbal

Kejagung Tetapkan Wisnu Wardhana Sebagai Tersangka Kasus Ekspor Minyak Goreng, Netizen: Jangan Mau Jadi Tumbal

Ainur Roofiqi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta- Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengungkap kasus ekspor minyak goreng yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng. Ada empat orang yang dijadikan tersangka, salah satunya Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana.

“Tersangka ditetapkan empat orang, pertama pejabat eselon 1 pada Kemendag, IWW,” kata Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dalam konferensi pers sebagaimana dilaporkan oleh Tempo, Selasa, 19 April 2022.

Burhanuddin menyebut Dirjen Perdagangan Luar Negeri Wisnu Wardhana diduga telah menerbitkan izin ekspor kepada beberapa perusahaan produsen kelapa sawit dengan cara melawan hukum. Akibatnya, minyak goreng di Indonesia menjadi langka dan harganya mahal.

Saat ini, penyidik telah menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan keempat orang tersebut menjadi tersangka dalam kasus ini. Ada 19 saksi telah diperiksa, bersama dengan 596 dokumen dan surat terkait lainnya, serta keterangan ahli.

Kabar penetapan tersangka kasus minyak goreng ini dengan cepat menyebar di media sosial. Netizen lantas membanjiri jagad media sosial Indonesia dengan sanksi bahwa bukan Wisnu Wardhana yang menjadi dalang kasus ini. Netizen menyebutnya dengan tumbal kasus.

Bahkan, netizen pun menaikkan tagar 'tumbal' di media sosial Twitter untuk menyatakan Wisnu Wardhana hanya seorang tumbal, bukan dalang.

"Konyol kalau percaya dia bekerja sendiri. Masak gak ada kongkalikong dengan pejabat lain dan para bandar besar sawit yang untung besar besaran dari melesatnya harga CPO di pasar internasional. Ayo pak jangan mau jadi tumbal," ungkap akun Twitter giginpraginant3, Selasa 19 April 2022.

Netizen lain juga mengungkapkan hal yang sama dengan nada tidak yakin harga minyak goreng di Indonesia akan kembali normal seperti semula.

"Kita liat saja setelah drama ini berlangsung harga minyak goreng bakal balik normal lagi gak? Kalo memang beneran sebabnya ini, atau cuma buat tumbal kambing hitam aja? padahal mafia sebenarnya masih ada," ujar akun agussari.

Namun, ada netizen yang tidak menyetujui Wisnu Wardana hanya sebagai tumbal. Dia menyebutkan kasus minyak goreng ini sudah direncanakan oleh sekelompok orang yang menimbun minyak goreng supaya rakyat marah.

Dia menambahkan, ada permainan politik untuk menggulingkan Presiden Jokowi. Akibatnya, rakyat kecil di negara ini terprovokasi tanpa berfikir panjang.

"Bukan tumbal,udah direncanakan dengan satu kelompoknya timbum minyak goreng supaya rakyat marah.Ada permain politik untuk menggulingkan
Jokowi dan sayangnya rakyat kecil di negara ini sangat mudah diprovokasi tanpa berfikir panjang," terang LianaSiregar192.