Warga didorong melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, lalu mengolah sampah organik melalui teba dan menghasilkan eco enzyme yang memiliki nilai guna.
Pengembangan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan SKPD, Tim Penggerak PKK, serta RT/RW guna memastikan keberlanjutan program.
“Ini bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana masyarakat juga terlibat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Ada kesinambungan antara lingkungan bersih dan produktivitas,” kata Nanin.
Target Hasil dalam Dua Bulan
Pemerintah kecamatan menargetkan empat titik urban farming tersebut mulai menunjukkan hasil dalam waktu dekat.
“Kita targetkan secepat mungkin, kalau bisa dalam dua bulan sudah terlihat hasilnya. Bibit sudah tersedia, tinggal dimaksimalkan pengelolaannya,” ungkapnya.
Meski wilayah Ujung Pandang didominasi kawasan perkantoran, sekolah, rumah sakit, dan permukiman padat, pemerintah kecamatan tetap optimistis mampu mengoptimalkan setiap potensi ruang yang tersedia.
“Lahannya memang terbatas, tetapi justru itu yang kita maksimalkan. Bagaimana ruang-ruang kecil ini bisa produktif dan memberi dampak nyata,” tutupnya.










