Kawasan Megamas Manado Dihantam Ombak Besar

Kawasan Megamas Manado Dihantam Ombak Besar

Nur Faadhillah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Kawasan Megamas dihantam oleh ombak besar setinggi hampir 5 meter, ombak tersebut berasal dari Teluk Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara pada hari Selasa tanggal 7 Desember 2021. Akibat ombak tersebut kawasan Megamas dilanda banjir rob setinggi 15 cm.

Akibatnya beberapa lokasi di Megamas Manado ditutup setelah ombak besar menghantam daratan pesisir. Bahkan parkiran ikut terendam hingga beberapa kendaraan terjebak air pasang tersebut.

Peter Eman seorang Kepala BPBD Manado mengakui bahwa banjir di kawasan Megamas tersebut berawal dari hantaman ombak yang bisa dikategorikan besar. Air pasang dari laut itu kemudian menggenangi sejumlah titik.

"Kita tidak bisa pastikan di dalam Mantos, tapi ada air pasang yang naik hingga di parkiran sekitar kawasan di bibir pantai. Jadi untuk gelombang yang memecah di parkiran itu betul," ungkap Peter ketika dimintai konfirmasi pada hari Selasa 7 Desember 2021 dikutip dari Detik.com.

Menurut Kepala BPBD Manado itu, ketinggian air yang merendam kawasan Megamas cenderung bervariasi. BPBD sendiri masih mendata dampak dari air pasang tersebut.

"Kalau di parkiran sekitar 10-15 cm. Kalau ombak melewati tanggul, pasti besar. Kalau air tergenang 10-15 cm," ungkapnya.

Hingga saat ini, BPBD Manado belum mendapat laporan tentang korban jiwa akibat air pasang tersebut. Tetapi, Peter tetap mengimbau masyarakat dan pelaku usaha terutama di kawasan Megamas agar berhati-hati.

"Kami mengutamakan lagi mendata kalau ada korban jiwa. Tapi ini belum ada laporan, baru kemudian kita identifikasi kerusakan-kerusakan," ungkapnya.

"Apabila terjadi peningkatan-peningkatan harus segera mengungsi ke tempat aman atau tempat usaha melakukan penyelamatan ke pengunjung yang ada," sambung Peter dikutip dari CNN Indonesia.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo menyatakan bahwa banjir tersebut merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia. Menurut dia, itu bukan sebuah tsunami sehingga warga diharap agar tak perlu panik.

"Tidak perlu panik dan tidak perlu mengungsi, tapi tetap waspada dan terus memantau serta memperhatikan update informasi cuaca terkini dari BMKG," ucap Eko dalam keterangan tertulisnya pada Senin 6 Desember 2021.

Referensi: CNN Indonesia & Detik.com