Terkini.id - Puluhan rumah terendam banjir rob di lima pulau berbeda di wilayah Kepulauan Spermonde, di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 24 Desember 2022.
Banjir rob yang terjadi diakibatkan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari ini. Banjir rob ini terjadi di lima pulau di Makassar yaitu, Pulau Lae-lae, Pulau Barrang Ca,di, Pulau Barrang Lompo, dan Pulaua Langkai.
Selain banjir rob yang menerjang pemukiman warga tersebut, juga disebbakan oleh jebolnya tanggul pemecah ombak yang membentang di areal pantai di wilayah kepulauan spermonde. Selain itu angin kencang juga menghantam sejumlah rumah warga.
Lurah Kodingareng, Ronny Catur Prabowo mengatakan, berdasarkan laporan pada hari ini, sebanyak puluhan rumah terdampak banjir rob. Ketinggian air mencapai satu meter.
"Bahkan ada 4 rumah atapnya rusak akibat cuaca buruk," ungkap Ronny Catur Prabowo di Makassar, Sabu 24 Desember 2022.

Ronny mengungkapkan, akan melakukan pendataan jumlah rumah yang mengalami rusak akibat cuaca ekstrim. Selain itu pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak melaut hingga cuaca membaik.
"Untuk sementara kita imbau agar jangan dulu melakukan penyeberangan penumpang ke pulau dan nelayan jangan dulu turun melaut," imbuhnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar, Irwan Nasutyon mengatakan, sejauh ini pihaknya memprediksi cuaca buruk di Wilayah Kota Makassar dan sekitarnya masih akan terjadi hingga empat hari mendatang.
Olehnya itu, menghimbau masyarakat Kepulauan dan pesisir Kota Makassar, khususnya di wilayah selatan bagian barat lebih berhati-hati.
"Empat hari ke depan ini, akan terus menerus turun hujan, angin, gelombang, air pasang cukup tinggi. Sehingga diiimbau untuk waspada," imbuhnya.
"Untuk rob, kita juga sudah mengeluarkan peringatan untuk beberapa wilayah pesisir di Sulawesi Selatan, bagian barat. Termasuk Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep Kepulauan, Kabupaten Barru, Kota Pare-Pare, dan sebagian Kabupaten Takalar, juga akan kena rob, terutama pada hingga esok hari," ungkapnya.
Faktor penyebabnya terjadinya rob itu karena debit air laut terlalu tinggi, hujan terus menerus dan gelombang tinggi dari laut dan pasang surut juga, ditambah lagi dengan angin, sehingga wilayah pesisir Sulawesi Selatan bagian barat terjadi rob, sehingga naik ke permukaan pemukiman warga.










