Terkini.id, Jakarta - Usai pernyataan Angelina Sondakh di Kompas TV trending, publik seakan diingatkan kembali dengan kasus megakorupsi Wisma Atlet Hambalang, yang terjadi sekitar satu dekade lalu.
Kasus itu disebut merugikan negara triliunan rupiah dan menyeret sejumlah politisi Partai Demokrat. Tak hanya Angelina Sondakh, tapi ada juga Anas Urbaningrum, Nazaruddin dan Andi Mallarangeng.
Angelina Sondakh akhir-akhir ini menjadi perbincangan sebab ia memberikan pengakuan mengejutkan.
Ia mengaku memilih bungkam terkait dalang megakorupsi tersebut demi keselamatan anaknya. Dengan kata lain, Angelina Sondakh mendapat ancaman serius terkait kasus tersebut.
Sebagai informasi, Bendahara Umum Partai Demokrat kala itu, Nazaruddin pernah menyatakan kalau Anas Urbaningrum adalah dalang dari kasus tersebut.
Menurutnya, uang dari proyek Hambalang digunakan Anas Urbaningrum untuk memenangkan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di Bandung pada 2010 silam.
Namun hal itu mengundang kecurigaan publik. Masyarakat merasa ada pemeran utama yang tidak disebutkan dalam kasus megakorupsi itu.
Hal ini pernah disampaikan oleh pegiat media sosial, Alifurrahman.
Ia menyoroti ada banyak keanehan dalam kasus megakorupsi ini. Diantara yang paling mengerikan adalah saksi kunci kasus korupsi Hambalang yang meninggal misterius.
Ia menyebut Hambalang bukan hanya proyek mangkrak, bangunan seram, atau proyek yang melibas elite-elite partai Demokrat namun di dalamnya juga ada cerita-cerita berdarah.
"Sebagian saksi-saksinya mati misterius, mati dibunuh," kata dia di saluran Youtube 2045, dikutip Hops.id pada Jumat 29 Oktober 2021 lalu.
Ali lalu menceritakan kisah awal ini dimulai dari kesaksian Lisa Lukitawati yang merupakan asistensi dari proyek Hambalang.
Dalam sebuah kesaksiannya, dia tiba-tiba mengaku bahwa dia diancam untuk dibunuh. Dia diancam banyak orang, salah satu yang mengancam adalah seorang istri dari Kombes Pol.
Dalam beberapa pernyataan, wanita ini disebut sangat berkuasa. Ia bisa menghubungi menteri, mengadukan menteri, dan bahkan menyuruh-nyuruh Polisi. Menurut saksi Lisa, dia ditemui oleh wanita ini dan mendapat ancaman agar tak membongkar soal aliran uang di kasus korupsi Hambalang.
“Bu Pur (nama yang digadang-gadang mengancam) menemui Lisa dan bilang bahwa kalo sampai membuka soal aliran uang, maka dia akan bernasib sama dengan Arif Gunawan, Direktur Rifa Medika yang sudah meninggal lebih dulu. Dia juga jadi saksi kunci kasus Hambalang,” tutur Alifurrahman.
Sebelum Lisa datang untuk bersaksi, Arif Gunawan sebenarnya baru pertama kali menelepon Lisa, Arif berpesan agar tidak mengungkap rahasia kasus itu. Karena perasaannya saat itu sangat buruk untuk Lisa.
Arif Gunawan sendiri dikabarkan sudah meninggal pada akhir tahun 2021










