Jemaah Sulsel Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual di Mekkah, Keluarga: Dia Divonis Tanpa Bukti

Jemaah Sulsel Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual di Mekkah, Keluarga: Dia Divonis Tanpa Bukti

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Di sisi lain, pihak keluarga menerima surat dari Kepala dan Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Sulawesi Selatan yang isinya menyatakan kalau Muhammad Said mengakui perbuatannya.

Padahal hingga saat ini bukti dan korban pelecehan seksual yang disangkakan kepada Muhammad Said tidak pernah diperlihatkan oleh aparat penegak hukum Arab Saudi.

“Tiap hari kami komunikasi Muhammad Said nangis² (btw hpnya disita jadi pakai telfon yg ada dikantor polisi itu, durasinya 5 menit) dia ngadu, katanya disuruh ngaku kalau beliau melakukan hal keji itu tapi dia tetap bersih keras membantah kalau beliau tidak melakukan itu,” jelasnya.

“Walaupun dipaksa sama polisi disana dia tidak mengakui, tidak pernah mengakui tuduhan itu, tapi ada surat dari sana melalui kedutaan atau apalah itu, sampai ke Kepala Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Sulsel dan keterangannya membuat keluarga kami sakit hati,” ungkapnya.

“Katanya Muhammad Said mengakui bahwa tuduhan itu benar, padahal Muhammad said sudah sumpah² ditambah suci nangis² bahwa itu tidaklah benar,” imbuhnya.

“Kita hanya perlu bukti, tapi tidak ada bukti bahkan korban pun tidak pernah ada di pengadilan,” pungkasnya.

Oleh karena itu pihak keluarga Muhammad Said meminta kepada media untuk memperbaiki narasinya mengenai kasus pelecehan seksual yang dituduhkan kepada jemaah asal Sulsel tersebut.

“Dan untuk para media, tolong!!!!! Kami tau kalian punya sumber tapi headline dan opini kalian sangatlah menggiring orang² untuk menyumpah²i Kaka kami, kami dari keluarga yg sangat menjunjung tinggi agama Islam!” tegasnya.