Jadi Korban Miskomunikasi Tes PCR, Niluh Djelantik Minta Pemerintah Sosialisasikan Aturan Segera

Jadi Korban Miskomunikasi Tes PCR, Niluh Djelantik Minta Pemerintah Sosialisasikan Aturan Segera

Raja Ade Romania

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang UMKM dari Partai NasDem, Niluh Djelantik angkat bicara usai menjadi korban miskomunikasi tes PCR.

Hal ini disampaikannya melalui laman instagram pribadi pada Selasa pagi, 2 November 2021.

Niluh mengatakan bahwa dirinya telah melalukan dua kali tes dalam 12 jam, yakni tes PCR dan swab antigen.

"Pengalaman 2 tes dalam 12 jam, sungguh hidung pesekku ini tersinggung." ucap Niluh.

Ia meminta agar Pemerintah segera mensosialisasikan aturan yang baru dengan segera agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan.

Menurut kronologi yang disampaikan oleh Niluh Djelantik, ia mengaku bahwa pada hari Senin kemarin pukul 9 pagi ia telah melakukan tes PCR untuk persiapan keberangkatan menuju Surabaya.

Pukul 2 siang, Niluh mendapatkan kabar bahwa penerbangan untuk wilayah Jawa dan Bali diperbolehkan untuk menggunakan hasil tes swab antigen saja.

Namun, karena hasil test PCR belum juga keluar hingga pukul 7 malam. Niluh akhirnya memutuskan untuk melakukan tes swab antigen untuk berjaga-jaga apabila hasilnya belum juga keluar karena penerbangannya dijadwalkan berangkat Selasa pagi.

Hasil tes swab antigen pun keluar pada Senin pukul 10 malam, lalu pada Selasa pagi pukul 07.30 hasil tes PCR pun keluar dan hasilnya sama-sama negatif.

Ketua DPP UMKM NasDem ini pun menilai kebijakan pemerintah dapat merugikan masyarakat luas karena tidak adanya pemerataan sosialisasi.

"Rp 275 ribu bukan jumlah sedikit dan seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih penting. Kalau dibelikan nasi bungkus untuk warga bisa dapat 55 bungkus, kan lumayan,"tandasnya.

Kedepannya Niluh berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi di lapangan sebelum mengeluarkan aturan yang menyangkut kepentingan orang banyak, agar hal yang terjadi pada dirinya tidak terulang lagi pada orang lain.