Industri Ramah Lingkungan dari Jantung Sulawesi Jadi Modal RI Melawan Isu Dirty Nickel

Industri Ramah Lingkungan dari Jantung Sulawesi Jadi Modal RI Melawan Isu Dirty Nickel

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Lewat ketiga PLTA itu, Vale bisa mengurangi hingga 1 juta ton karbon atau CO2e, dibandingkan jika menggunakan pembangkit bertenaga diesel. Jika dibandingkan dengan penggunaan batu bara, malah bisa berkurang hingga 2 juta ton CO2e.

CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy mengungkapkan, Vale terus mengedepankan energi hijau green energy dalam seluruh operasinya. Untuk membangun pembangkit listrik itu, budgetnya bukan main-main.

Untuk PLTA Karebbe yang terakhir beroperasi, misalnya, dengan kapasitas 90 megawatt, investasi yang dikeluarkan mencapai USD 400 juta. Tetapi hasilnya terbayarkan. Vale bisa bernafas lebih baik saat harga nikel turun, lantaran beban operasional PLTA lebih rendah. PT Vale pun punya jalan yang luwes untuk menjadi perusahaan rendah karbon terbaik di dunia.

Cara-cara PT Vale dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan dan memenuhi prinsip-prinsip ESG itu turut diakui Menteri Luar Negeri Periode 2019-2024, Retno Marsudi.

Retno ikut mengakui isu dirty nickel yang cukup kencang dalam skala global. Padahal, tidak semua industri nikel di Indonesia itu kotor. Saat berkunjung ke site PT Vale di Sorowako, dan melihat praktik pertambangan yang dijalankan anggota holding MIND ID itu, Retno menilai Vale bisa membantu Indonesia untuk melawan stigma dirty nickel.

“Keberhasilan PT Vale ini harus sering diceritakan. Semakin banyak orang melihat, maka akan mengurangi stigma buruk tentang nikel Indonesia,” jelas Retno, sambil menekankan peran strategis Indonesia dalam rantai pasok nikel global.

Ucapan itu disampaikan Retno, setelah melakukan serangkaian kunjungan, seperti melihat area eksplorasi dan reklamasi lahan bekas tambang di Solia Mining Area, process plant, bendungan PLTA Balambano, hingga Nursery dan Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea.

Retno Marsudi mengaku terkesan. Khususnya ketika melihat hutan bekas tambang sudah kembali seperti hutan asli setelah proses reklamasi. Dia pun menaruh harapan, agar perusahaan tambang, yang berada di jantung Pulau Sulawesi itu bisa menjadi jurus Indonesia melawan stigma dirty nickel.