Industri Ramah Lingkungan dari Jantung Sulawesi Jadi Modal RI Melawan Isu Dirty Nickel

Industri Ramah Lingkungan dari Jantung Sulawesi Jadi Modal RI Melawan Isu Dirty Nickel

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

BUS listrik bertuliskan 'Zero Emmission' melaju dengan gesit, melewati bukit-bukit di area dump slag alias lokasi pembuangan limbah nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, saat sore hari jelang magrib, 2 Agustus 2024 lalu. Bus itu mengangkut 40 orang wartawan yang sedang berkunjung.

Pengemudinya, Agus (38), terlihat terampil dan percaya diri mengemudikan kendaran bertenaga 320 horsepower (240 kilowatt) itu, meskipun bus berkapasitas 48 orang tersebut melewati banyak pendakian dan sudah seharian digunakan. Pagi hingga jelang malam. Di dalam bus, penumpang menikmati sejuknya AC yang semuanya ditenagai oleh baterai.

"Selama seharian sampai malam ini, kapasitas baterai sekitar 60 persen. Masih banyak ini, masih bisa dipakai besok," ujar Agus memperlihatkan kapasitas baterai kendaraan listriknya. Pada hari itu, saat mengantar puluhan wartawan ke lokasi pertambangan PT Vale di Blok Sorowako, bus listrik telah mengunjungi berbagai tempat, seperti area eksplorasi dan reklamasi di Bukit Solia Hill, Hutan Himalaya (Hutan Bekas Tambang yang telah Berhasil Direklamasi), ke lokasi Process Plant (pabrik pengolahan nikel) hingga ke area slag tadi.

Keesokan harinya, bus listrik dengan tulisan ‘Zero Emission’ itu kembali mengantarkan rombongan berkeliling area Blok Sorowako hingga siang hari.

Salah satu tempat yang dikunjungi pada hari kedua kunjungan adalah area pengelolaan air bersih Lamela Gravity Settler atau LGS. Sebuah fasilitas khusus penyaringan air terbaik yang dimiliki Vale -salah satu anggota holding perusahaan BUMN MIND ID. LGS mampu menyaring dan membersihkan kandungan air dari TTS dan chrome hexavalent. Sejenis racun tak kasat mata yang berbahaya ketika airnya dikonsumsi. Yang mengalir dari limpasan tambang PT Vale Indonesia.

Penyaringan air dengan metode LGS serta menggunakan lebih dari 200 sediment pond di aliran air limpasan bekas tambang itu, membuat Vale bisa menjaga keanekaragaman hayati di Kawasan Danau Matano selama puluhan tahun terakhir. Airnya tetap jernih, dan menjadi destinasi wisata air tawar terbaik.

Setelah ke lokasi penyaringan air itu, mobil bus listrik tersebut melanjutkan 'tugasnya' mengantar rombongan pengunjung lain yang terdiri dari kalangan pejabat, yang datang untuk merayakan HUT Ke-56 tahun PT Vale pada 3 Agustus 2024.

Selain Bus, Vale juga punya satu kendaraan listrik lain yang tak kalah menarik, yakni Dump Truck berkapasitas 70 ton, yang ditenagai oleh baterai. Telah digunakan di area pertambangan sejak Agustus 2022 silam. Kendaraan itu diperkenalkan ke wartawan di Bukit Solia, jelang perayaan HUT PT Vale.

Ya, PT Vale pada usia Ke-56 telah resmi menjadi bagian dari MIND ID, atau Mining Industry Indonesia (MIND ID). Holding perusahaan pertambangan BUMN ini beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT INALUM, PT Timah Tbk dan terakhir adalah 'Si Bungsu' PT Vale Indonesia.

Sebagai perusahaan tambang yang sudah hadir di Indonesia hingga lebih dari lima abad, Vale turut memperkuat rencana besar MIND ID untuk melakukan hilirisasi dan industrialisasi mineral, demi mendukung kedaulatan mineral RI menuju Indonesia Emas 2024.