Terkini.id, Jeneponto - Hari Jadi ke-160 Kabupaten Jeneponto tahun 2023 ini tidak hanya sekedar serimonial belaka. Namun tertersirat rangkaian kado dari sebuah roman biografi yang menceritakan jejak Sang Surya di Butta Turatea.
Kado yang pada prinsipnya bertujuan untuk untuk meningkatkan literasi di Butta Turatea di launching oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersam Bupati Jeneponto Iksan Iskandar.
Launching buku yang menceritakan sosok masyarakat di Butta Turatea itu disaksikan oleh anggota DPRD Sulsel dan beberapa Bupati dan Walikota serta ribuan tokoh yang hadir pada peringatan hari bersejarah Kabupaten Jeneponto, di Lapangan Parang Passamaturukang, Senin, 1 Mei 2023.
"Buku roman biografi dengan karakteristik bergaya novel itu menjadi salah satu model dalam penceritaan sejarah seorang tokoh kepada khalayak, agar pembaca tak merasa jenuh," kata Plt Kadis Kominfo Jeneponto, Mustaufiq, yang juga salah seorang penggagas buku tersebut.
Menurutnya, alur kisah buku itu ditulis runtut, relatif tidak rumit, mudah dipahami, karena mengggunakan gaya sastrawi, estetis layaknya pemaparan filmis.
"Buku “Sang Surya di Butta Turatea” adalah serentang jejak seorang tokoh dari Butta Turatea yakni Drs. Haji Iksan Iskandar, M.Si. Bupati Jeneponto periode 2013 -2018 dan 2018 -2023," ungkap Mustaufiq.
Dalam buku tersebut, tersirat makna laksana sang surya, menyingkap sistem nilai masyarakat yang teguh dianut.
"Masyarakat yang memegang teguh nilai luhur Pappasang tu Riolo, pesan leluhur yang berasal kandungan budaya di kampung halaman tempat di mana ia dilahirkan," terang Mustaufq.
Lebih lanjut Mustaufiq mengungkapkan, milieu, lingkungan budaya tentu sangat berpengaruh penting terhadap kualitas manusia yang lahir di situ, terwujud dalam sikap, prinsip, tata pergaulan.
"Buku yang ditulis setebal 168 halaman ini menggunakan pendekatan biografi jurnalistik. Teks biografi adalah narasi tentang tokoh dengan pendekatan kaidah jurnalistik sebelum proses menulis kisahnya," ujarnya.
Rangkuman dari buku itu menceritakan karakter warga Butta Turatea yang menjunjung tinggi kolektivisme, hidup dalam kebersamaan, punya pendirian moral yang teguh, filsafat politik, ideologi juga pandangan sosial.
"Menjunjung tinggi siri napacce, nilai nilai kebersamaan dalam menjalin harmoni sosial yang khas, dan termaktub dalam budaya tutur makassar yang di sebut pappasang to riolo yang berupa pesan, nasehat, petuah, wasiat atau amanat kearifan lokal yang sarat dengan nilai budaya dan di jadikan panduan dalam hidup," tutup mustaufiq.
Dimana buku yang merangkai karakteristik sosok Iksan Iskandar selama menjabat Bupati Jeneponto selama dua periode itu di tulis oleh Bachtiar Adnan kusuma dan Yudistira serta dibantu oleh seorang birokrat muda Butta Turatea, Mustaufiq.










