Terkini.id, Jakarta- Saat ini layanan pengiriman online seperti Grab Food dan Gojek Food (Gofood) tengah dikritik oleh banyak penggunanya. Pasalnya harga yang diterapkan terbilang sangat mahal.
Kedua startup terkenal tersebut bahkan kini menambahkan biaya aplikasi atau yang biasa dikenal “platform fee”.
Mengutip dari Kompas.com banyak para pengguna aplikasi tersebut mengeluh karena biayanya yang semakin mahal, bahkan para pengguna sempat menyampaikan bahwa biaya ongkos lebih mahal daripada biaya makanan. Pendapat tersebut disampaikan dalam akun Twitter @gofoodindonesia.

Pendapat serupa terjadi pada salah satu pengguna aplikasi GoFood yakni Galuh, menurutnya biaya tambahan aplikasi seperti biaya pemesanan (order fee), hingga biaya pengemasan (packing charge), dan biaya aplikasi (platform fee) tak semahal sekarang.
"Dahulu sepertinya biaya tambahannya tidak sebanyak sekarang. Karena banyak tambahan biaya, total yang harus dibayar juga otomatis semakin lebih mahal dibanding dahulu," ucapnya.
Selain itu, pengguna lainnya seperti Rita yang berasal dari Tangerang Selatang mengatakan bahwa perbandingan harga restoran dengan aplikasi bisa berkisar Rp 5.000 - 10.000 di daerahnya.
Banyaknya keluhan dari pengguna kedua aplikasi itu, akhirnya pada Senin 27 Juni 2022 terdapat kejelasan Rosel Lavina selaku VP Corp Affairs Food & Groceries. Ia memberitahu terkait alasan harga aplikasi GoFood yang kian mahal, menurutnya harga yang diberikan sudah sesuai dengan riset lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI)
"Harga masing-masing menu makanan (SKU) yang tertera di aplikasi pelanggan ditetapkan oleh masing-masing resto," tutur Rosel Lavina.
"Besaran komisi GoFood juga dinilai mitra usaha sudah sesuai, seperti yang diungkapkan di dalam laporan LD FEB UI yang menyebut biaya komisi GoFood dinilai sudah sesuai dengan manfaat yang didapat," sambungannya.
Lain halnya dengan Grab food, perusahaan tersebut memilih untuk tidak bersuara terkait biaya layanan yang semakin mahal. Akan tetapi, Hadi Surya Koe selaku head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia sempat memberikan penjelasan bahwa harga tersebut sudah seluruhnya ditentukan oleh merchant.
"Grab sebagai penyedia layanan pengiriman makanan menyerahkan harga makanan yang ditampilkan di fitur GrabFood sepenuhnya kepada mitra merchant. Para mitra merchant bebas untuk menetapkan harga menu sesuai dengan strategi bisnis atau promosi yang sedang mereka terapkan," Tuturnya.










