Terkini.id, Jakarta - Belakangan ini rencana pergantian Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan robot kecerdasan buatan atau artificial inteligence (AI) tengah jadi momok menakutkan bagi sebagian masyarakat.
Pasalnya, rencana tersebut nampak semakin jelas akan terjadi. Jumlah penerimaan PNS setiap tahun terus berkurang, itu artinya akan ada kemungkinan jika nantinya profesi PNS tidak lagi dibutuhkan.
Dilihat dari buku statistik ASN per Juni 2021, jumlah PNS memang mengalami penurunan sejak tahun 2016. Jumlah PNS berstatus aktif per 30 Juni 2021 adalah 4.081.824 atau mengalami penurunan 3,33 % dibandingkan dengan 31 Desember 2020.
Di tahun 2015 jumlah PNS tercatat sebanyak 4.593.604 orang. Lalu turun menjadi 4.374.341 di tahun 2016 dan turun kembali menjadi 4.289.396 di 2017.
Pada tahun 2018 jumlah PNS turun lagi menjadi 4.185.503 orang dan sempat mengalami kenaikan yang amat tipis di tahun 2019 menjadi 4.189.121 Namun, di 2020 jumlah PNS kembali turun menjadi 4.168.118 orang.
Meski demikian, Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama BKN, Satya Pratama membantah adanya rencana pemecatan PNS.
Ia menjelaskan bahwa rencana ini akan menjadi program kolaborasi antara sumber daya manusia dan teknologi.
"Tidak (dihilangkan), tetap ada PNS. Namun jumlahnya tidak gemuk atau besar," ujar Sata, dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat 26 November 2021.
Diketahui, Presiden Jokowi sempat menyampaikan keinginannya agar PNS dapat diganti dengan robot kecerdasan buatan atau artificial inteligence.
"Ini bukan barang yang sulit. Barang yang mudah dan memudahkan kita untuk memutuskan sebagai pimpinan di daerah maupun nasional," ujar Jokowi, pada pembukaan Musrenbangnas RPJMN 2020-2024.
Ia menilai hal tersebut bisa memangkas beban APBN, serta mampu menciptakan birokrasi yang sederhana dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Nanti dengan big data yang kita miliki, jaringan yang kita miliki, memutuskan akan cepet sekali kalau kita pakai AI. Tidak bertele-tele, tidak muter-muter," ungkapnya.










