Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean pegiat media sosial sekaligus Mantan politisi Partai Demokrat menyoroti Guru Sekolah Dasar (SD) Eni Rohaeni yang telah dinonaktifkan akibat menyinggung Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait penutupan outlet Holywings.
Hal tersebut disampaikan Ferdinand melalui sebuah cuitan di akun media sosial miliknya.
Dalam cuitannya, Ferdinand tampak tidak terima dengan keputusan Dinas Pendidikan (Disdik) Depok yang menonaktifkan Erni sebagai Guru SD.
Di mana menurutnya, penonaktifan itu merupakan keputusan yang tidak tepat, karena dilakukan dengan cara sewenang-wenang tanpa didahului pemeriksaan secara mendalam terhadap ER.
Hal ini pun dinilai tidak didasari atas keputusan yang objektif.
"Mestinya Bu Eni guru SD yang menyerang Rizieq Shihab dalam tulisannya tidak boleh diperlakukan semena-mena oleh Disdik Depok tanpa menjalani pemeriksaan. Ini kesewenangan yang berkobar akibat euforia persekusi," kata Ferdinand melalui twitter pribadinya. Kamis, 7 Juli 2022.
Menurut Ferdinand, semestinya Disdik Depok tidak ikut campur soal cuitan yang diunggah ER. Sebab yang merasa keberatan adalah HRS sebagai sosok yang benar-benar disinggung dalam cuitannya.
"Ini perkara, urusan Bu Eni dengan Rizieq bukan dengan Disdik Depok. Kalian Sadis!!," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Depok Wawang Buang mengaku telah memanggil ER, seorang guru SDN Pondok Petir 3, Depok, Jawa Barat untuk dimintai keterangan. Dikutip dari Populis.
Usai pemanggilan itu, ER dinonaktifkan sebagai guru honorer hingga waktu yang tak ditentukan.
“Sementara kami nonktifakan sejak Senin 4 Juli, sambil kami mencari fakta-fakta lainnya,” ucap
Wawang menjelaskan, alasan menonaktifkan ER sudah sangat jelas, lantaran hal tesebut tidak selayaknya dilakukan oleh seorang pendidik. Selain itu, Wawang menerangkan komentar ER juga menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Karena komentar itu juga menimbulkan keresahan di masyarakat, sehingga langkah penonaktifan ini yang diambil Disdik Depok,” tutupnya.










